Sabtu, 18 Juli 2026

Stok Sembako Jelang Lebaran 2026 Dipastikan Aman, Pemerintah Ungkap Cadangan Beras hingga 6 Juta Ton dan Harga Stabil

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 19 Maret 2026 | 20:00 WIB
Pemerintah mengupayakan pasokan komoditas pangan strategis atau sembako jelang perayaan Nyepi dan Idulfitri dalam keadaan cukup. (Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Pemerintah mengupayakan pasokan komoditas pangan strategis atau sembako jelang perayaan Nyepi dan Idulfitri dalam keadaan cukup. (Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)

SketsaNusantara.id - Menjelang perayaan Nyepi dan Idulfitri 2026, perhatian terhadap ketersediaan pangan meningkat. Pemerintah memastikan pasokan bahan pokok tetap tersedia. Stabilitas harga juga menjadi fokus utama dalam periode ini.

Upaya pengendalian dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan. Hal ini penting untuk memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Terutama selama Ramadan hingga perayaan Idulfitri.

Pemerintah melalui berbagai lembaga terkait terus memantau kondisi pangan nasional. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga. Selain itu, distribusi bahan pokok juga terus dijaga.

Baca Juga: Prabowo Minta Harga Sembako Stabil, Netizen: Presiden Itu Memberi Perintah!

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyampaikan kondisi pangan strategis nasional dalam konferensi pers. “Saya sampaikan seluruh komoditas strategis seperti beras, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai, daging ayam, daging sapi atau daging kerbau, telur, gula, dan minyak goreng menghadapi Idulfitri 1447 Hijriah dalam kondisi aman,” kata Sudaryono.

Kondisi aman yang dimaksud mencakup ketersediaan pasokan dan harga. Harga bahan pokok disebut masih berada dalam kisaran harga eceran tertinggi. Hal ini menunjukkan stabilitas pasar yang tetap terjaga.

Salah satu komoditas utama yang menjadi perhatian adalah beras. Saat ini, cadangan beras pemerintah di gudang Bulog mencapai 4,09 juta ton. Jumlah tersebut diproyeksikan meningkat hingga 6 juta ton.

Baca Juga: Stok Darah PMI Jember Melimpah Jelang Ramadhan 1447 H, Capai 1.700 Kantong Berkat Strategi Masif dan Suvenir Sembako

Selain cadangan di gudang, beras yang beredar di masyarakat juga cukup besar. Perkiraannya mencapai sekitar 12 juta ton. Sementara itu, potensi panen ke depan juga diperkirakan mencapai jumlah yang sama.

Dengan kondisi tersebut, total ketersediaan beras diperkirakan mencapai 28 juta ton. Jumlah ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam jangka panjang. Ketahanan pangan untuk komoditas beras diperkirakan mencapai 324 hari.

Komoditas lain seperti jagung, cabai, gula, telur, dan daging juga dalam kondisi memadai. Pasokan tersebut diproyeksikan mampu mencukupi hingga beberapa bulan ke depan. Produksi yang terus berjalan menjadi faktor pendukung utama.

Pemerintah menegaskan bahwa ketersediaan ini bersifat dinamis. Proses produksi dan distribusi tetap berlangsung secara berkelanjutan. Hal ini memastikan pasokan tidak terhenti meskipun konsumsi meningkat.

Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional, Sarwo Edhy, turut menegaskan kondisi tersebut. “Pemerintah terus memastikan ketersediaan pangan serta menjaga harga tetap stabil. Agar masyarakat dapat beribadah dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap kebutuhan bahan pokok,” kata Sarwo Edhy.

Pemerintah juga terus melakukan koordinasi lintas sektor. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelancaran distribusi pangan di seluruh wilayah. Pengawasan harga juga dilakukan secara berkala.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X