Senin, 20 Juli 2026

Viral Surat Terbuka Siswa SMK di Kudus Tolak Program Makan Bergizi Gratis, Alasannya Bikin Trenyuh

Photo Author
Zuhana Anibuddin Zuhro, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 4 April 2026 | 08:30 WIB
Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (MBG) (bgn.go.id)
Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (MBG) (bgn.go.id)

SketsaNusantara.id - Sebuah surat terbuka yang ditulis seorang siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mendadak viral di media sosial. Surat tersebut berisi penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini tengah digalakkan pemerintah.

Yang menarik, siswa tersebut tidak sekadar menolak program tersebut untuk dirinya sendiri, tetapi juga mengusulkan agar jatah anggaran yang seharusnya ia terima dialihkan menjadi tunjangan bagi para guru.

Surat terbuka ini pertama kali ramai setelah diunggah oleh akun Twitter @zanatul_91 pada 4 April 2026. Dalam unggahan tersebut, warganet menyoroti isi surat yang dinilai penuh empati dan kepedulian terhadap dunia pendidikan.

Baca Juga: Tegas! BGN Hentikan Insentif Mitra MBG Jika Fasilitas Tak Layak atau Gagal Operasi

Penulis surat diketahui bernama Muhammad Rafif Arsya Maulidi, seorang pelajar kelas XI di SMK NU Miftahul Falah Kudus. Dalam suratnya, Rafif memperkenalkan dirinya sebagai anak dari keluarga sederhana, dengan ayah bekerja sebagai buruh dan ibu sebagai ibu rumah tangga.

Dalam isi surat tersebut, Rafif menyampaikan secara lugas bahwa dirinya memilih untuk tidak menerima program MBG. Ia justru berharap anggaran tersebut bisa dialihkan untuk meningkatkan kesejahteraan guru yang menurutnya memiliki peran besar dalam pendidikan.

“Saya mohon alihkan jatah saya untuk kesejahteraan guru saja,” tulis Rafif dalam suratnya.

Baca Juga: Hari Pertama MBG Usai Lebaran, Makanan Datang saat Siswa Pulang di Gresik, Keluhan Orang Tua Ramai di Medsos

Tidak hanya itu, Rafif juga menyertakan perhitungan sederhana terkait nilai bantuan yang seharusnya ia terima. Ia memperkirakan bahwa dalam sisa masa belajarnya sekitar satu setengah tahun, total anggaran yang akan ia dapatkan mencapai Rp6.750.000.

Perhitungan tersebut didasarkan pada asumsi pemberian bantuan sebesar Rp15.000 per hari selama 25 hari dalam sebulan. Menurutnya, meskipun nominal tersebut tidak terlalu besar bagi dirinya, dana tersebut bisa lebih berarti jika diberikan kepada guru sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka.

Surat terbuka ini pun menuai beragam reaksi dari warganet. Banyak yang memberikan apresiasi terhadap sikap Rafif yang dinilai memiliki empati tinggi dan pemikiran matang di usia muda.

Baca Juga: Viral! Mobil Pengantar Makanan MBG Kedapatan Angkut Sampah, SPPG Siriwini 002 Dikecam

Salah satu pengguna media sosial bahkan menyebut Rafif sebagai calon pemimpin masa depan karena keberaniannya menyampaikan aspirasi secara terbuka.

Namun, di sisi lain, ada pula warganet yang mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan kenyamanan Rafif setelah suratnya viral. Mereka khawatir munculnya berbagai reaksi publik bisa berdampak negatif terhadap dirinya.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X