SketsaNusantara.id – Keindahan Pantai Papuma di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, dalam tiga hari terakhir ini menyisakan suasana mencekam.
Di balik gulungan ombaknya yang megah, tersimpan duka mendalam bagi keluarga Mohammad Sheva Yusuf (22), pemuda asal Cianjur, Jawa Barat, yang hilang tertelan samudera sejak Sabtu lalu.
Hingga Selasa 31 Maret 2026, tim SAR gabungan masih berjibaku dengan ganasnya alam. Harapan untuk menemukan Sheva terus dipupuk, meski laut selatan Jawa belum juga memberikan jawaban.
Baca Juga: Pohon Trembesi Tua Tumbang hingga Tutupi Jalan, BPBD Jember Lakukan Pembersihan
Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, turun tangan langsung memantau perkembangan di lapangan.
Dia menjelaskan bahwa, upaya pencarian dilakukan dengan pengerahan kekuatan penuh, membagi personel menjadi tiga satuan tugas (SRU) dengan spesialisasi berbeda.
"Kami tidak hanya menyisir permukaan air dengan perahu karet sejauh 4 kilometer, tapi juga melakukan penyisiran darat di sepanjang garis pantai Papuma hingga Watu Ulo. Bahkan, teknologi drone kami kerahkan untuk memantau titik-titik yang sulit dijangkau mata manusia dari tebing," ujar Edy.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Intai Puncak Mudik, BPBD Jember Ingatkan Para Wisatawan untuk Waspada
Tragedi ini bermula dari momen swafoto yang berujung petaka. Sabtu pagi itu, Sheva bersama dua rekannya nekat memasuki zona terlarang di bawah tebing Siti Hinggil.
Saat asyik mengabadikan momen, ombak besar tiba-tiba datang menyapu. Dua rekannya berhasil menyelamatkan diri, namun Sheva terseret arus dan menghilang di antara buih laut.
Edy Budi Susilo mengakui bahwa tantangan terbesar tim di lapangan adalah karakter laut selatan yang tidak menentu.
Baca Juga: Sungai Pakel Meluap, BPBD Jember Gerak Cepat Tangani Pemukiman Warga yang Terendam Lumpur
"Kendala utamanya adalah tingginya ombak di sekitar Pantai Papuma. Keamanan personel tetap menjadi prioritas kami sembari memaksimalkan pencarian," tambahnya.
"Pencarian kami lanjutkan kembali pada Selasa pagi pukul 07.00. Posko tetap disiagakan di kantor pengelola pantai agar koordinasi antar unsur, termasuk dengan keluarga korban, tetap berjalan satu pintu," pungkas Edy.***
Artikel Terkait
Tanamkan Budaya Siaga, Puluhan Siswa SDN Sidomulyo 03 Geruduk Kantor BPBD Jember
Banjir masih Rendam Puluhan Rumah Warga di Desa Mayangan Gumukmas, BPBD Jember Salurkan Bantuan
Tiga Bencana Terjadi dalam Sehari, BPBD Jember Catat Puluhan Rumah Warga Terdampak
Puluhan Pohon Tumbang dan Rumah Warga Ambruk di Dua Kecamatan, BPBD Jember Salurkan Bantuan
BPBD Jember Petakan 27 Titik Kerusakan Infrastruktur Pasca Bencana, Prioritaskan Rekonstruksi Dinding Penahan Tanah
Cuaca Ekstrem Terjang Mayang, BPBD Jember: Dua Rumah Warga Rusak Tertimpa Pohon Tumbang
Sungai Pakel Meluap, BPBD Jember Gerak Cepat Tangani Pemukiman Warga yang Terendam Lumpur
Cegah Bencana, BPBD Jember dan Relawan Petakan Risiko Bencana di Kawasan Danau Tunjung Jember
Cuaca Ekstrem Intai Puncak Mudik, BPBD Jember Ingatkan Para Wisatawan untuk Waspada
Pohon Trembesi Tua Tumbang hingga Tutupi Jalan, BPBD Jember Lakukan Pembersihan