Kamis, 4 Juni 2026

Prabowo Bertemu Menteri Keamanan Tiongkok di Istana Negara, Bahas Stabilitas Kawasan hingga Kerja Sama Strategis Indonesia-RRT

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:30 WIB
Prabowo bertemu Chen Yixin. (Dok. Tim Media Kepresidenan RI)
Prabowo bertemu Chen Yixin. (Dok. Tim Media Kepresidenan RI)

SketsaNusantara.id - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan pejabat tinggi dari Tiongkok. Pertemuan tersebut berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 27 Maret 2026.

Pejabat yang hadir dalam pertemuan itu adalah Menteri Keamanan Republik Rakyat Tiongkok, Chen Yixin. Keduanya membahas berbagai isu strategis yang berkaitan dengan hubungan bilateral dan stabilitas kawasan.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan mencerminkan hubungan yang telah terjalin antara kedua negara. Indonesia dan Tiongkok diketahui memiliki kerja sama yang terus berkembang di berbagai bidang.

Baca Juga: Divonis 6 Tahun Penjara, Nikita Mirzani Kirim Surat Terbuka ke Prabowo Subianto dan Ketua Mahkamah Agung

Dalam kesempatan tersebut, Chen Yixin menyampaikan harapan agar kerja sama antarnegara dapat terus diperkuat. Hal ini dinilai penting dalam menjaga stabilitas keamanan di kawasan Asia maupun tingkat global.

Pihak Tiongkok juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan negara-negara sahabat. Upaya tersebut diarahkan untuk menghadapi berbagai tantangan global yang terus berkembang.

Menanggapi hal itu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pandangan Indonesia terkait pentingnya stabilitas kawasan. Stabilitas tersebut dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Baim Wong Pamer Hampers Lebaran dari Presiden Prabowo Subianto, Apa Saja Isinya?

“Menyambut harapan pihak RRT, Prabowo mengedepankan kembali pandangan Indonesia tentang pentingnya arti stabilitas kawasan bagi Indonesia dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan,” ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Pernyataan tersebut menunjukkan posisi Indonesia dalam menjaga keseimbangan kawasan. Stabilitas dianggap sebagai faktor penting dalam mendukung pembangunan nasional.

Selain itu, Prabowo juga menyambut baik keinginan Tiongkok untuk memperluas kerja sama. Kolaborasi tersebut diharapkan memberikan manfaat bagi kedua negara dalam berbagai sektor.

Penguatan hubungan bilateral menjadi bagian dari kebijakan luar negeri Indonesia saat ini. Pemerintah menekankan pentingnya kerja sama internasional di tengah dinamika global yang terus berubah.

Kondisi geopolitik dunia yang semakin kompleks menjadi latar belakang penguatan kerja sama tersebut. Indonesia berupaya mengambil peran aktif dalam berbagai forum internasional.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kepentingan nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kancah global. Stabilitas kawasan tetap menjadi fokus utama dalam setiap kerja sama yang dijalankan.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X