Minggu, 19 Juli 2026

Dikenal Sebagai Menu Pendamping saat Lebaran, Emping Melinjo Juga Jadi Snack Premium Mahal di Luar Negeri, Loh

Photo Author
Nurul Huda, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 21 Maret 2026 | 11:00 WIB
Emping, camilan tradisional yang diminati pasar luar negeri (pariwisata.kepulauanselayarkab.go.id)
Emping, camilan tradisional yang diminati pasar luar negeri (pariwisata.kepulauanselayarkab.go.id)

Status sebagai produk eksotis membuat emping melinjo memiliki daya tarik tersendiri di pasar internasional, terutama bagi konsumen yang tertarik mencoba makanan khas dari berbagai negara.

Selain dianggap sebagai camilan eksklusif, emping melinjo juga memiliki harga jual yang relatif tinggi di beberapa negara. 

Baca Juga: Produk Snack dan Biskuit Indonesia Resmi Masuk Afrika, Industri Mamin Cetak Pertumbuhan Lebih Tinggi dari Ekonomi Nasional

Dalam keterangan yang dibagikan disebutkan beberapa kisaran harga emping melinjo di berbagai negara.

Seperti di Amerika Serikat, harga emping melinjo dipatok sekitar Rp50.000 hingga Rp100.000 per kemasan 170-250 gram.

Sementara itu di Singapura, harga emping melinjo bisa mencapai sekitar Rp45.000 hingga Rp95.000 per kemasan 180-250 gram.

Tidak hanya itu, harga melinjo mentah di Eropa juga cukup mahal. Emping melinjo mentah bisa dijual dengan harga sekitar Rp270.000 hingga Rp290.000 per kilogram.

Baca Juga: Dulu Makanan di Masa Sulit, Kini Jadi Camilan Legendaris di Yogyakarta yang Bertahan 40 Tahun sejak Masa Kolonial

Perbedaan harga ini menunjukkan bahwa produk pangan tradisional Indonesia memiliki nilai ekonomi yang cukup besar di pasar global.

Fenomena emping melinjo yang dianggap sebagai produk premium di luar negeri menunjukkan bahwa banyak bahan pangan lokal Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Dengan pengolahan yang baik serta promosi yang efektif, produk tradisional seperti emping melinjo dapat menjadi komoditas unggulan yang mampu bersaing di pasar internasional.

Selain memberikan nilai ekonomi bagi produsen, hal ini juga dapat memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia kepada masyarakat dunia.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X