Tindakan Palti dinyatakan sebagai penyebaran berita bohong atau hoaks yang dinilai melanggar UU ITE, hingga divonis hukuman 5 bulan penjara. Ia telah menyelesaikan masa hukumannya pada pertengahan 2024.
Akhir-akhir ini, Palti kembali ramai jadi sorotan publik seteleh dirinya mendapat serangkaian aksi teror hingga keluarganya ikut menjadi sasaran.
Pria asal Medan itu mengaku dapat teror kepala anjing yang dikirimkan ke kediaman orang tuanya di Kecamatan Namo Rambe, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Barat. Palti yang kini berada di Jakarta mendapatkan kabar tersebut lewat foto yang dikirimkan kakaknya melalui grup WhatsApp keluarga.
Kakak Palti sempat mendengar ada suara benda jatuh di depan rumah pada malam hari dan ternyata ketika di cek esok pagi ternyata ada kepala anjing yang dilempar ke halaman rumahnya.
Tak hanya itu, beberapa hari sebelumnya, keluarga Palti Hutabarat juga dikirimi paket COD mencurigkaan yang mengatasnamakan almarhum ayahnya. Paket tersebut tak diterima dan kemudian dikebalikan kepada kurir pengiriman karena takut berisi ancaman.
Palti mencurigai pengiriman paket COD dan bangkai kepala anjing itu merupakan bentuk teror kepadanya karena sering mengkritik pemerintahan Presiden Prabowo Subianto lewat media sosial.
Kecurigaan itu muncul setelah ia mendapat teror melalui pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal pada 25 Februari 2026, yang menyebut "Palti Hutabarat adalah Antek banteng Seruduk Sana Sini" serta "tukang penyebar hoaks".
Pesan tersebut berulang kali diterima Palti melalui kiriman meme-meme intimidatif yang berkaitan dengan sikapnya yang vokal mengkritik kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran.
Palti menduga teror kepala anjing dan kiriman pesan anonim dilakukan dengan tujuan untuk memberikan rasa takut. Ia berharap kasus ini diusut oleh aparat penegak hukum karena telah menimbulkan kecemasan serta rasa takut bagi keluarganya.
Bangkai kepala anjing ini menambah daftar panjang aksi teror di Indonesia yang menimpa sejumlah influencer seperti Ferry Irwandy hingga Sherly Annavita yang terbilang vokal mengkritik pemerintah.
Teror ini juga terjadi tak lama setelah kasus penyeraman air keras aktivis Andrie Yunus yang memicu keresahan masyarakat.
Diketahui, Palti Hutabarat kini didampingi pengacara dari Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) PDI Perjuangan. Pihaknya mengecam pengiriman teror bangkai hewan ini dan berharap polisi segera menangkap pelakunya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Perkataan Hasan Nasbi Soal Teror Kepala Babi Menuai Kecaman Keras! Kepala Komunikasi Kepresidenan RI Dinilai Tak Peka terhadap Keselamatan Jurnalis
Aktivis HAM Sumarsih Datangi Jurnalis Tempo yang Mendapat Teror Kepala Babi, Singgung Soal Teror Suara Kebenaran
Teror Paket Misterius Kepala Babi! Anita Wahid Ceritakan Kisah Masa Lalunya yang Kerap Menerima Teror di Zaman Orba, Indonesia Kembali ke Zaman Orba?
Heboh Istri Purbaya Yudhi Sadewa Mendapat Teror Paket Misterius Berisi Darah Segar, Benarkah?
Alarm Kritik! Ketua BEM UGM Diteror hingga Dapat Ancaman Penculikan Usai Kritik Pemerintah saat Suarakan Tragedi Bocah SD di NTT
Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Diduga Terima Teror Usai Kritik Program MBG, Soroti Dugaan Mesin Ekonomi Borjuis