Meskipun istilahnya lahir dari strategi politik, Halalbihalal berakar kuat pada budaya asli Indonesia, yaitu Silaturahmi.
Halalbihalal adalah warisan jenius dari Bung Karno dan para ulama yang berhasil mengawinkan nilai spiritual silaturahmi dengan kebutuhan nasionalisme.
Melalui tradisi ini, silaturahmi bukan lagi sekadar kunjungan biasa, melainkan perekat sosial yang menjaga keutuhan NKRI.
Seiring berjalannya waktu, Halalbihalal bertransformasi dari sekadar pertemuan elit politik menjadi tradisi massa. Mulai dari lingkungan RT, keluarga besar, hingga instansi perkantoran.
Tradisi ini membuktikan bahwa silaturahmi di Indonesia melampaui batas agama dan suku.
Kini Halalbihalal telah menjadi identitas nasional yang menunjukkan bahwa sebesar apa pun perbedaan atau konflik yang terjadi, selalu ada jalan untuk kembali "halal" atau saling memaafkan melalui meja makan dan jabat tangan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Presiden Paling Sering Datang ke ITB Setelah Soekarno, Prabowo Tuai Sorotan di Konvensi KSTI 2025
Syarat Makna Spiritual, Inilah Fakta Mengejutkan Dipilihnya Tanggal 17 Agustus sebagai Hari Pembacaan Teks Proklamasi oleh Soekarno
Yurike Sanger Istri Soekarno Nomor Berapa? Wanita Pujaan Presiden Pertama RI Ini Wafat di Kalifornia
Bukan Soekarno, Inilah Sosok Pahlawan Pertama di Indonesia, Sastrawan-Wartawan Asal Bukittinggi Anak Buah HOS Cokroaminoto
Bedah Dua Buku Asal Usul Soekarno, Binhad Nurrohmat Simpulkan Presiden Pertama RI Lahir di Jombang
Daftar Poster Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Acara Halal Bihalal Semakin Lengkap dengan Pamflet Tema Islami