Kamis, 4 Juni 2026

Eks Menlu Hassan Wirajuda Soroti Ketegangan Konflik Timur Tengah, Sebut Iran Tak Gampang Dikalahkan Meski Sering Diserang Negara Lain, Ini Alasannya

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 7 Maret 2026 | 15:00 WIB
Potret Tel Aviv yang dihujani serangan rudal dari Iran pasca Israel serang Tehran di tengah ketegangan konflik Timur Tengah (X/@White_Ghost187)
Potret Tel Aviv yang dihujani serangan rudal dari Iran pasca Israel serang Tehran di tengah ketegangan konflik Timur Tengah (X/@White_Ghost187)

"Orang Iran itu pintar-pintar. Cerdas. Sebagai negosiator, mereka negosiator yang sangat tangguh. Jadi tidak gampang misalnya untuk menyelesaikan. Tidak gampang ditekuk mereka," tuturnya.

"Dalam negosiasi mengenai isu nuklir yang terakhir sebelum, berakhir sebelum perang dilancarkan, itu sebetulnya proses yang tidak mudah, tapi pada satu titik sebetulnya sudah hampir mencapai kesepakatan," pungkasnya.

Pernyataan Hassan Wirajuda tersebut juga mengingatkan Rosiana Silalahi pada pengalaman wawancaranya dengan Presiden Iran saat itu, Mahmoud Ahmadinejad, pada tahun 2006.

Baca Juga: Dunia Hanya Permainan, Rhoma Irama Mengutip Ayat Al Qur'an dan Sampaikan Pesan Ini Tanggapi Konflik Israel-AS vs Iran

Dalam unggahannya di media sosial, Rosiana mengatakan isu yang dibahas saat itu tidak jauh berbeda dengan situasi yang terjadi saat ini, yakni kecurigaan dunia internasional terhadap program nuklir Iran.

"Saat Presiden Ahmadinejad ditanya apakah Iran akan menyerang Amerika? Ia menjawab Iran tidak akan memulai perang, tapi jika diserang, Iran akan selalu siap," ujarnya.

Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan pandangan Hassan Wirajuda bahwa Iran memiliki sejarah panjang dalam menghadapi tekanan internasional.

Baca Juga: Eks Dubes RI Yakin Ketegangan Israel-AS vs Iran Tak Akan Memicu Perang Dunia III, Masalahnya Ada pada Donald Trump? Begini Penjelasannya

Melihat situasi saat ini, Rosi juga menilai Iran sebagai negara tangguh dan tidak bisa lagi dianggap remeh.

"Benar seperti kata Menlu Hassan Wirajuda, yang menjadi Menlu saat dunia juga mengalami geopolitik yang rumit (Perang Teluk ke 2, WTC diledakkan), jangan anggap enteng Iran," ucap Rossi.

"Mereka punya sejarah daya tahan dan daya juang yang tidak bisa dianggap remeh," tutup Rossi.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X