SketsaNusantara.id - Komika sekaligus konten kreator, Ferry Irwandi, menjadi sorotan publik setelah mengumumkan inisiatif sosial untuk membantu mahasiswa yang mengalami kesulitan membayar biaya kuliah.
Melalui unggahan di media sosial, pendiri Malaka Project tersebut menyatakan kesiapannya menanggung biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama satu semester bagi mahasiswa yang memenuhi sejumlah kriteria.
Informasi tersebut dibagikan Ferry Irwandi melalui unggahan di akun Instagram pribadinya dan langsung menarik perhatian warganet.
Banyak pengguna media sosial mengapresiasi langkah tersebut karena dinilai sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap akses pendidikan bagi generasi muda.
Baca Juga: Gama Sakit Apa? Ferry Irwandi Mendadak Umumkan Hiatus Usai Kabarkan Kondisi Putranya Opname di RS, Warganet Ramai Ingatkan untuk Berhenti Merokok
Dilansir SketsaNusantara.id dari akun Instagram @irwandiferry, Ferry Irwandi mengungkapn akan menanggung biaya UKT satu semester.
Pengumuman tersebut kemudian dilanjutkan dengan beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh mahasiswa yang ingin mendapatkan bantuan biaya kuliah tersebut.
Dalam unggahan yang dibagikan, Ferry Irwandi menjelaskan bahwa bantuan tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa yang berada pada kategori UKT tertentu.
Dilansir SketsaNusantara.id dari akun Instagram @irwandiferry, Ferry Irwandi mengungkapn akan menanggung biaya UKT satu semester.
Pengumuman tersebut kemudian dilanjutkan dengan beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh mahasiswa yang ingin mendapatkan bantuan biaya kuliah tersebut.
Dalam unggahan yang dibagikan, Ferry Irwandi menjelaskan bahwa bantuan tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa yang berada pada kategori UKT tertentu.
Baca Juga: Gaji Guru Honorer Dibandingkan Program MBG, Ferry Irwandi Soroti Realita Upah dan Aturan ASN
Ia menyebutkan bahwa program ini menyasar mahasiswa dengan biaya kuliah pada golongan yang relatif lebih rendah.
Ia menuliskan secara jelas bahwa program ini ditujukan bagi mahasiswa dengan UKT golongan 1-3.
Selain itu, mahasiswa yang ingin mengikuti program bantuan ini juga harus memiliki capaian akademik yang baik.
Hal tersebut ditunjukkan melalui Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal yang harus dimiliki oleh calon penerima.
Ia menyebutkan bahwa program ini menyasar mahasiswa dengan biaya kuliah pada golongan yang relatif lebih rendah.
Ia menuliskan secara jelas bahwa program ini ditujukan bagi mahasiswa dengan UKT golongan 1-3.
Selain itu, mahasiswa yang ingin mengikuti program bantuan ini juga harus memiliki capaian akademik yang baik.
Hal tersebut ditunjukkan melalui Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal yang harus dimiliki oleh calon penerima.
Baca Juga: Ferry Irwandi Sebut Tayangan Mens Rea Sangat Layak Ditonton, Ternyata Ini Alasannya...
Dalam pengumuman tersebut disebutkan bahwa syarat lainnya adalah IPK di atas 2.75.
Kriteria lain yang juga menjadi perhatian adalah status penerimaan bantuan pendidikan.
Ferry Irwandi menegaskan bahwa program ini diprioritaskan bagi mahasiswa yang belum mendapatkan bantuan dari program beasiswa lainnya.
Ia menuliskan secara tegas dalam unggahan tersebut bahwa calon penerima bantuan harus “belum menerima beasiswa.”
Selain menjelaskan syarat-syarat penerima bantuan, Ferry Irwandi juga memaparkan mekanisme pengajuan bagi mahasiswa yang ingin mengikuti program tersebut.
Ia meminta calon penerima untuk menyiapkan bukti bayar UKT dan IP terakhir sebagai bukti.
Dokumen tersebut kemudian diminta untuk dikirimkan melalui alamat email scholarship.irwandiferry@ gmail.com.
Melalui mekanisme ini, mahasiswa yang merasa memenuhi kriteria dapat langsung mengirimkan dokumen yang diminta tanpa harus melalui proses administrasi yang berbelit.
Ferry Irwandi juga menetapkan batas waktu pengiriman dokumen bagi mahasiswa yang ingin mengikuti program bantuan tersebut. Dalam pengumuman tersebut dijelaskan bahwa proses pengajuan dibuka hingga tanggal tertentu.
Ia menuliskan secara jelas bahwa dokumen pengajuan sampai tanggal 7 Maret 2026.
Batas waktu ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk segera mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan sebelum mengirimkannya melalui email yang telah disediakan.
Hal menarik dari program bantuan ini adalah sumber dana yang digunakan. Ferry Irwandi mengungkapkan bahwa biaya untuk membantu mahasiswa tersebut berasal dari keuntungan penjualan buku yang ia tulis.
Ia menjelaskan dalam unggahannya bahwa pembiayaan ini bersumber dari keuntungan penjualan buku prinsipil ekonomi.
Langkah ini menunjukkan bagaimana karya yang dihasilkan di bidang literasi dan edukasi dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, khususnya bagi mahasiswa yang membutuhkan bantuan biaya pendidikan.
Ferry Irwandi juga menegaskan bahwa program bantuan tersebut tidak dibatasi hanya untuk satu platform media sosial.
Ia membuka kesempatan bagi seluruh pengikutnya di berbagai platform untuk mengajukan diri sebagai penerima bantuan.
Dalam unggahannya disebutkan bahwa program ini berlaku untuk seluruh penghuni IG, Threads, TikTok, Twitter dan Fesnuk.
Dengan demikian, mahasiswa yang mengikuti akun Ferry Irwandi di berbagai platform tersebut memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan bantuan biaya kuliah.
Unggahan tersebut langsung mendapatkan respons luas dari warganet. Banyak pengguna media sosial memberikan komentar positif serta doa agar program tersebut dapat membantu lebih banyak mahasiswa.
Beberapa warganet memuji langkah Ferry Irwandi sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap dunia pendidikan di Indonesia.
Tidak sedikit pula yang berharap inisiatif serupa dapat dilakukan oleh lebih banyak tokoh publik lainnya.
Respons positif tersebut menunjukkan bahwa aksi solidaritas dalam membantu akses pendidikan masih sangat dihargai oleh masyarakat.***
Dalam pengumuman tersebut disebutkan bahwa syarat lainnya adalah IPK di atas 2.75.
Kriteria lain yang juga menjadi perhatian adalah status penerimaan bantuan pendidikan.
Ferry Irwandi menegaskan bahwa program ini diprioritaskan bagi mahasiswa yang belum mendapatkan bantuan dari program beasiswa lainnya.
Ia menuliskan secara tegas dalam unggahan tersebut bahwa calon penerima bantuan harus “belum menerima beasiswa.”
Selain menjelaskan syarat-syarat penerima bantuan, Ferry Irwandi juga memaparkan mekanisme pengajuan bagi mahasiswa yang ingin mengikuti program tersebut.
Ia meminta calon penerima untuk menyiapkan bukti bayar UKT dan IP terakhir sebagai bukti.
Dokumen tersebut kemudian diminta untuk dikirimkan melalui alamat email scholarship.irwandiferry@
Melalui mekanisme ini, mahasiswa yang merasa memenuhi kriteria dapat langsung mengirimkan dokumen yang diminta tanpa harus melalui proses administrasi yang berbelit.
Ferry Irwandi juga menetapkan batas waktu pengiriman dokumen bagi mahasiswa yang ingin mengikuti program bantuan tersebut. Dalam pengumuman tersebut dijelaskan bahwa proses pengajuan dibuka hingga tanggal tertentu.
Ia menuliskan secara jelas bahwa dokumen pengajuan sampai tanggal 7 Maret 2026.
Batas waktu ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk segera mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan sebelum mengirimkannya melalui email yang telah disediakan.
Hal menarik dari program bantuan ini adalah sumber dana yang digunakan. Ferry Irwandi mengungkapkan bahwa biaya untuk membantu mahasiswa tersebut berasal dari keuntungan penjualan buku yang ia tulis.
Ia menjelaskan dalam unggahannya bahwa pembiayaan ini bersumber dari keuntungan penjualan buku prinsipil ekonomi.
Langkah ini menunjukkan bagaimana karya yang dihasilkan di bidang literasi dan edukasi dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, khususnya bagi mahasiswa yang membutuhkan bantuan biaya pendidikan.
Ferry Irwandi juga menegaskan bahwa program bantuan tersebut tidak dibatasi hanya untuk satu platform media sosial.
Ia membuka kesempatan bagi seluruh pengikutnya di berbagai platform untuk mengajukan diri sebagai penerima bantuan.
Dalam unggahannya disebutkan bahwa program ini berlaku untuk seluruh penghuni IG, Threads, TikTok, Twitter dan Fesnuk.
Dengan demikian, mahasiswa yang mengikuti akun Ferry Irwandi di berbagai platform tersebut memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan bantuan biaya kuliah.
Unggahan tersebut langsung mendapatkan respons luas dari warganet. Banyak pengguna media sosial memberikan komentar positif serta doa agar program tersebut dapat membantu lebih banyak mahasiswa.
Beberapa warganet memuji langkah Ferry Irwandi sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap dunia pendidikan di Indonesia.
Tidak sedikit pula yang berharap inisiatif serupa dapat dilakukan oleh lebih banyak tokoh publik lainnya.
Respons positif tersebut menunjukkan bahwa aksi solidaritas dalam membantu akses pendidikan masih sangat dihargai oleh masyarakat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Ferry Irwandi Ungkap Solar Panel Berfungsi Optimal di Lokasi Bencana, Jadi Penopang Utama Aktivitas Relawan
Adaptasi Metode dari Swiss dan Jepang, Ferry Irwandi Usulkan Penanganan Puing Kayu Sisa Banjir untuk Pemulihan Pascabencana di Sumatera
Salurkan Bantuan Logistik dan Solar Panel ke Sumatra, Ferry Irwandi Ucapkan Terima Kasih kepada Susi Pudjiastuti
Update Penanganan Pasca Banjir di Sumatra, Ferry Irwandi Ungkap 2 Hal yang Harus Segera Ditangani: Ini yang Bahaya
Mengapa Pendidikan Harus Berpihak pada Kepentingan Publik? Pesan Ferry Irwandi yang Mengundang Perhatian Netizen
Setelah Salurkan Rp10 Miliar untuk Korban Bencana, Ferry Irwandi Soroti Makna Pendidikan dan Tanggung Jawab Sosial