Sabtu, 18 Juli 2026

Mengapa Pendidikan Harus Berpihak pada Kepentingan Publik? Pesan Ferry Irwandi yang Mengundang Perhatian Netizen

Photo Author
Nurul Huda, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 3 Januari 2026 | 12:30 WIB
Ferry Irwandi berbicara mengenai peran dan tanggung jawab masyarakat terdidik dalam kehidupan sosial. (Instagram/irwandiferry)
Ferry Irwandi berbicara mengenai peran dan tanggung jawab masyarakat terdidik dalam kehidupan sosial. (Instagram/irwandiferry)

SketsaNusantara.id - Pendidikan kerap dipahami sebagai jalan personal menuju peningkatan kualitas hidup. Namun, pandangan tersebut dinilai belum utuh apabila pendidikan hanya dimaknai sebagai pencapaian individual semata.

Gagasan ini disampaikan secara tegas oleh Ferry Irwandi melalui unggahan akun Instagramnya @irwandiferry yang memuat potongan orasi ilmiah mengenai peran dan tanggung jawab masyarakat terdidik dalam kehidupan sosial.

Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan tersebut, Ferry Irwandi menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar proses akumulasi pengetahuan, melainkan amanah sosial yang mengandung tanggung jawab intelektual.

Baca Juga: Update Penanganan Pasca Banjir di Sumatra, Ferry Irwandi Ungkap 2 Hal yang Harus Segera Ditangani: Ini yang Bahaya

“Pendidikan tidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membentuk posisi sosial seseorang di tengah masyarakat,” tulis Ferry.

Pernyataan ini menegaskan bahwa pendidikan memiliki implikasi sosial yang luas.

Seseorang yang terdidik secara otomatis menempati posisi tertentu dalam struktur sosial, sehingga sikap, cara berpikir, dan tindakannya berpotensi memberi pengaruh bagi lingkungan sekitarnya.

Baca Juga: Salurkan Bantuan Logistik dan Solar Panel ke Sumatra, Ferry Irwandi Ucapkan Terima Kasih kepada Susi Pudjiastuti

Lebih lanjut, Ferry Irwandi menekankan bahwa status sebagai masyarakat terdidik bukanlah capaian yang berhenti pada diri sendiri.

“Menjadi masyarakat terdidik bukan semata-mata sebuah capaian individual, melainkan amanah sosial yang membawa tanggung jawab intelektual,” lanjutnya.

Kutipan ini menjadi inti pesan yang ingin disampaikan, bahwa pendidikan harus berorientasi pada kemaslahatan bersama, bukan sekadar simbol prestise atau alat pembeda sosial.

Baca Juga: Adaptasi Metode dari Swiss dan Jepang, Ferry Irwandi Usulkan Penanganan Puing Kayu Sisa Banjir untuk Pemulihan Pascabencana di Sumatera

Dalam bagian lain caption-nya, Ferry Irwandi menjelaskan bahwa ilmu pengetahuan kehilangan maknanya apabila tidak memberi manfaat nyata bagi kehidupan sosial.

“Pengetahuan memperoleh makna tertingginya ketika ia mampu menjawab persoalan sosial, memperbaiki kualitas hidup, dan membuka jalan bagi keadilan,” tulisnya.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X