SketsaNusantara.id - Kesepakatan strategis kembali diteken di sektor pertambangan emas nasional. PT ANTAM (Persero) Tbk menjalin perjanjian pembelian emas dengan entitas Merdeka Group. Langkah ini memperkuat rantai pasok emas dari hulu hingga hilir di dalam negeri.
Perjanjian tersebut berbentuk Gold Sales & Purchase Agreement atau GSPA. Kerja sama dilakukan dengan PT Bumi Suksesindo dan PT Puncak Emas Tani Sejahtera. Keduanya merupakan bagian dari holding Merdeka Group.
Penandatanganan berlangsung di Jakarta pada 4 Maret 2026. Dalam skema ini, ANTAM bertindak sebagai pembeli emas. Sementara BSI dan PETS berperan sebagai penjual.
Setiap GSPA berlaku selama dua tahun. Volume transaksi ditetapkan sebesar 6 metric ton emas per tahun. Skema tersebut memberikan kepastian suplai bahan baku bagi industri emas domestik.
Direktur Komersial ANTAM Handi Sutanto menyampaikan arah kebijakan perusahaan. Ia menegaskan bahwa prioritas utama adalah kedaulatan emas nasional.
"Dengan perjanjian ini, kami memperkuat visi emas ANTAM sebagai emas yang bersumber dari tambang Indonesia, dimurnikan di satu-satunya dan tertua refinery bersertifikasi LBMA di Indonesia, lalu dipersembahkan kembali kepada bangsa sebagai emas yang tahan uji dan diwariskan lintas generasi,” ujar Handi.
Sebelumnya, ANTAM dan BSI telah memiliki perjanjian jasa pemurnian. Dore dari tambang diproses di fasilitas pemurnian milik ANTAM. Hasilnya berupa emas dan perak yang telah dimurnikan.
Produk pemurnian tersebut kemudian diolah menjadi emas butiran atau granula. Kadar kemurniannya mencapai 99,99 persen. Melalui GSPA terbaru ini, transaksi emas granula dilakukan lebih terstruktur.
Langkah itu memperkuat integrasi rantai pasok domestik. Proses dari tambang hingga pasar berada dalam ekosistem nasional. Struktur ini mendukung hilirisasi emas di dalam negeri.
Handi juga menekankan pentingnya stabilitas pasokan. Menurutnya, kepastian sumber yang dapat ditelusuri menjadi fondasi penguatan merek. Aspek tata kelola dan keberlanjutan menjadi bagian dari standar tersebut.
“Kami menyadari bahwa sebagai market leader, ANTAM sering menjadi sorotan. Kami memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar tata kelola dan regulasi yang berlaku. Berbagai masukan dan perhatian publik kami anggap sebagai energi positif untuk terus melakukan continuous improvement, selaras dengan semangat melayani sepenuh hati,” ujar Handi.
Di sisi lain, Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk Albert Saputro menjelaskan posisi perusahaan. Ia menyebut kerja sama ini memberikan kepastian penyerapan produksi emas. Struktur offtake dinilai penting bagi tambang yang tengah berkembang.
Artikel Terkait
Vonis Makin Berat! Skandal Korupsi Emas Antam Seret Nama Budi Said dan Para Mantan Pejabat
Update Kasus ANTAM! Saksi Kunci Bongkar Rekayasa Kasus Kekurangan Emas Hasil Rekayasa Budi Said
MIND ID Wujudkan Hilirisasi Emas: 125 Kg Emas Batangan Freeport Dikirim ke ANTAM
Profil PT Gag Nikel, Anak Perusahaan PT Antam BUMN yang Kantongi Izin Penambangan Nikel di Raja Ampat
Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Harga Emas Antam Rp2,06 Juta per Gram Disertai Stok yang Tak Tersedia