Selain itu, pemerintah daerah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penurunan kualitas udara serta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadapi musim kemarau yang lebih kering dan berpotensi berlangsung lebih lama.
BMKG menegaskan bahwa informasi ini merupakan bentuk peringatan dini yang harus segera ditindaklanjuti.
“BMKG menegaskan bahwa seluruh informasi prediksi ini merupakan bentuk peringatan dini (Early Warning) yang harus segera diterjemahkan menjadi aksi nyata (Early Action) oleh para pemangku kepentingan demi meminimalkan risiko bencana kekeringan di Indonesia,” pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Geger Bola Api dan Dentuman Keras di Cirebon, BMKG-BRIN Kompak Ungkap Penyebabnya, Minta Masyarakat Tak Panik
Suhu Panas hingga 37 Derajat Landa Sejumlah Wilayah di Indonesia, Ini Penyebabnya Kata BMKG: Pengaruh dari...
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Jawa Timur Akibat Gelombang Atmosfer MJO, Equatorial Rossby hingga Gelombang Kelvin, Ini Penjelasannya
Badai Geomagnetik Kuat Kembali Menghantam Bumi, BMKG Jelaskan Penyebab hingga Dampaknya bagi Indonesia, Benarkah Jadi Pemicu Cuaca Ekstrem?
BNPB Ungkap Banyak Pemda Tidak Siap Hadapi Bencana, Padahal BMKG Sudah Beri Warning 8 Hari sebelum Banjir dan Longsor Sumatera Terjadi