“Dulu saya berpikir yang penting bisa bekerja dan ada penghasilan, Tapi lama lama terasa, pekerjaan itu penuh risiko. Bukan cuma soal keselamatan, tapi juga kesehatan dan keluarga. Ada rasa khawatir yang terus mengikuti,” ujar Kang Gemer.
Ia kemudian menekuni budidaya domba. Dari pelatihan dan pendampingan, usaha peternakan berkembang menjadi sumber penghidupan yang stabil. Perannya pun meluas sebagai mantri domba dan narasumber pelatihan warga.
Perubahan sosial juga tampak dari keterlibatan kelompok ibu dan pemuda desa. Aktivitas produktif berkembang menjadi potensi eduekowisata berbasis konservasi. Lingkungan terjaga, ekonomi warga pun bergerak.
Sekretaris Perusahaan Antam, Wisnu Danandi Haryanto, menyebutkan bahwa pengelolaan lingkungan merupakan bagian integral dari bisnis perusahaan. Di Pongkor, kolaborasi dengan masyarakat dilakukan melalui berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Pelibatan mantan PETI dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran menjaga alam sekaligus memperkuat ekonomi lokal. Sinergi ini menjadi fondasi membangun Pongkor yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Transformasi di Pongkor menunjukkan perubahan bisa terjadi saat kesadaran bertemu dukungan yang tepat. Dari tambang ilegal menuju konservasi, dari risiko tinggi menuju hidup yang lebih aman dan stabil.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Vonis Makin Berat! Skandal Korupsi Emas Antam Seret Nama Budi Said dan Para Mantan Pejabat
Update Kasus ANTAM! Saksi Kunci Bongkar Rekayasa Kasus Kekurangan Emas Hasil Rekayasa Budi Said
MIND ID Wujudkan Hilirisasi Emas: 125 Kg Emas Batangan Freeport Dikirim ke ANTAM
Profil PT Gag Nikel, Anak Perusahaan PT Antam BUMN yang Kantongi Izin Penambangan Nikel di Raja Ampat
Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Harga Emas Antam Rp2,06 Juta per Gram Disertai Stok yang Tak Tersedia