SketsaNusantara.id - Fenomena Gerhana Bulan Total akan terjadi pada 3 Maret 2026 dan dapat disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia.
Peristiwa langit ini menjadi salah satu momen astronomi paling dinantikan sepanjang tahun. Masyarakat dapat menikmati keindahan perubahan warna Bulan tanpa alat bantu khusus.
Berdasarkan Almanak 2026 yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak gerhana berlangsung pada pukul 18.34 WIB. Seluruh daerah di Indonesia dipastikan dapat menyaksikan fase puncak tersebut. Wilayah Sumatra hingga Papua akan memperoleh kesempatan pengamatan yang sama.
BMKG memastikan fenomena ini dapat diamati dari berbagai belahan dunia. Selain Indonesia, kawasan Amerika, Australia, serta sebagian besar Asia Timur, Asia Tenggara, dan Asia Tengah juga dapat menyaksikannya. Fenomena ini menjadi peristiwa global yang menarik perhatian komunitas astronomi.
Gerhana Bulan Total merupakan salah satu dari empat peristiwa gerhana sepanjang 2026. Rangkaian tersebut terdiri atas dua gerhana Bulan dan dua gerhana Matahari. Peristiwa pada awal Maret menjadi yang paling dinanti karena mudah diamati langsung.
Mengacu pada data BMKG, fase gerhana dimulai dengan gerhana penumbra pada pukul 15.44 WIB. Tahapan ini menandai awal masuknya Bulan ke bayangan samar Bumi. Perubahan cahaya masih sulit terlihat pada fase ini.
Gerhana sebagian dimulai pada pukul 16.50 WIB. Pada fase ini, sebagian permukaan Bulan mulai tertutup bayangan inti Bumi. Perubahan visual mulai tampak jelas dari berbagai daerah.
Gerhana total dimulai pada pukul 18.04 WIB. Seluruh permukaan Bulan masuk ke dalam bayangan inti Bumi. Warna Bulan perlahan berubah menjadi kemerahan.
Puncak gerhana terjadi pada pukul 18.34 WIB. Pada momen ini, Bulan tampak paling gelap dan berwarna merah tembaga. Fenomena ini sering disebut sebagai Blood Moon.
Gerhana total berakhir pada pukul 19.02 WIB. Setelah itu, Bulan mulai keluar dari bayangan inti Bumi. Gerhana sebagian berakhir pada pukul 20.17 WIB.
Fase terakhir, yakni gerhana penumbra, berakhir pada pukul 21.22 WIB. Setelah fase ini, Bulan kembali tampak seperti semula. Seluruh rangkaian berlangsung selama lebih dari lima jam.
BMKG juga menyediakan siaran langsung melalui laman resminya. Masyarakat dapat mengakses tayangan tersebut di gerhana.bmkg.go.id. Layanan ini memungkinkan pengamatan bagi wilayah yang terkendala cuaca.
Artikel Terkait
Apa itu Worm Blood Moon? Intip 5 Fakta Menarik Fenomena Langka Bulan Darah yang Bisa Dilihat di Indonesia saat Gerhana Bulan Total 14 Maret 2025
Apa Itu Cap Go Meh dan Bedanya dengan Imlek? Ini Arti Nama, Sejarah Panjang, dan Tradisi Khas Nusantara yang Menyertainya
Dari Panggung Hiburan, Azis Gagap Kini Fokus Ternak Kambing: yang Penting Bersyukur
Bolehkah Tidur Lagi Setelah Sahur? Begini Kata Dokter Tirta Mengenai Risikonya Bagi Tubuh
2 Gudang Pengeringan Tembakau Milik Warga di Balung, Jember Terbakar, Kerugian Ditaksir Mencapai Miliaran
Eva Manurung dan Febby Carol Spill 3 Fakta Lindi Fitriyana, Rupanya Begini Sifat Asli Istri Virgoun yang Baru