SketsaNusantara.id – Intensitas hujan yang tinggi di Kabupaten Jember kembali memicu terjadinya bencana tanah longsor di dua titik berbeda, yakni Kecamatan Silo dan Kecamatan Jelbuk.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember bergerak cepat melakukan penanganan darurat serta pemetaan risiko untuk mengantisipasi adanya longsor susulan.
Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, mengonfirmasi bahwa tim reaksi cepat telah diterjunkan ke lokasi terdampak untuk melakukan asesmen dan pendistribusian bantuan logistik.
Baca Juga: Jemput Bola, Pemkab Jember Matangkan Proyek Revitalisasi Pasar Tanjung dengan Pemerintah Pusat
Kejadian pertama dilaporkan terjadi di Dusun Baban Batu Ampar, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo. Longsor setinggi 15 meter dengan lebar 10 meter menimpa bagian atap dapur milik warga bernama Maskanah (49).
"Hujan lebat dengan durasi lama sejak Selasa mengakibatkan tebing di belakang rumah warga jenuh dan longsor pada Rabu dini hari. Meski hanya mengalami kerusakan ringan pada bagian dapur, kondisi tanah di sana terpantau masih sangat labil," ujar Edy Budi Susilo, Rabu 25 Februari 2026.
Sebagai langkah awal, BPBD telah mendistribusikan bantuan berupa terpal untuk menutup bidang longsor agar air hujan tidak langsung meresap ke dalam tanah yang dapat memicu pergerakan susulan.
Baca Juga: Polemik Perumahan Villa Indah Tegal Besar, Pemkab Jember dan BPN Pertimbangkan Opsi Relokasi
Sementara itu, di Dusun Pakel, Desa Sucopangepok, Kecamatan Jelbuk, longsor mengakibatkan pondasi jalan lingkungan yang menghubungkan antar dusun amblas sebagian.
Edy menjelaskan bahwa, akses jalan tersebut kini sangat terbatas dan tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda empat demi keamanan.
"Di titik Jelbuk, terdapat sedikitnya lima kepala keluarga yang posisinya sangat rawan jika terjadi longsor lanjutan,” imbuhnya.
Baca Juga: Puluhan Pohon Tumbang dan Rumah Warga Ambruk di Dua Kecamatan, BPBD Jember Salurkan Bantuan
“Kami telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk penanganan jangka panjang, khususnya terkait pembuatan dinding penahan tanah (plengsengan) agar akses jalan tidak terputus total," tambahnya.
Menyikapi fenomena ini, Edy Budi Susilo menekankan pentingnya mitigasi vegetasi di area lereng. Ia menyarankan masyarakat untuk mulai menanam tanaman pengikat tanah seperti Vetiver yang memiliki akar kuat namun berbobot ringan, sehingga tidak membebani lereng.
Artikel Terkait
Akses Jalan Desa Sukoreno Terhambat Longsor, BPBD Jember Targetkan Pembersihan Batu Besar Rampung Pekan Ini
BPBD Jember Bergerak Cepat Evakuasi Mobil Operasional yang Terperosok Akibat Longsor
Perkuat Sinergi Relawan, BPBD Jember Resmikan Posko Siaga Bencana
Satu Rumah Roboh dan Penghuni Terluka di Arjasa, BPBD Jember Bakal Beri Bantuan Material Bangunan
Dikepung Bencana dalam Sehari, BPBD Jember Terjunkan Personel ke Berbagai Wilayah
Sempat Hilang, BPBD Jember Temukan Jenazah Korban Banjir Bandang di Aliran Sungai Bedadung
Tanamkan Budaya Siaga, Puluhan Siswa SDN Sidomulyo 03 Geruduk Kantor BPBD Jember
Banjir masih Rendam Puluhan Rumah Warga di Desa Mayangan Gumukmas, BPBD Jember Salurkan Bantuan
Tiga Bencana Terjadi dalam Sehari, BPBD Jember Catat Puluhan Rumah Warga Terdampak
Puluhan Pohon Tumbang dan Rumah Warga Ambruk di Dua Kecamatan, BPBD Jember Salurkan Bantuan