Minggu, 19 Juli 2026

Demo Malam di Polda DIY Berujung Kericuhan hingga Lalu Lintas Tersendat, Polisi Bantah Tembakkan Gas Air Mata

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Rabu, 25 Februari 2026 | 17:30 WIB
Kronologi dan jalannya aksi massa di depan Polda DIY. (Instagram/poldajogja)
Kronologi dan jalannya aksi massa di depan Polda DIY. (Instagram/poldajogja)

SketsaNusantara.id - Sejumlah massa menggeruduk Markas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta pada Selasa malam, 24 Februari 2026. Aksi tersebut sempat menutup arus lalu lintas di ruas Ring Road Utara selama beberapa jam.

Penutupan jalan dilakukan sejak pukul 18.00 WIB hingga sekitar pukul 20.30 WIB. Kendaraan roda dua dan roda empat dialihkan untuk menghindari kepadatan di sekitar lokasi.

Aksi tersebut dilakukan kelompok mahasiswa sebagai bentuk protes terhadap institusi Polri. Protes muncul setelah kasus kematian seorang pelajar di Tual, Maluku, pada 19 Februari 2026, yang diduga melibatkan arogansi anggota Brimob.

Baca Juga: 6 Fakta Demo di Markas Polda DIY, Massa Robohkan Pagar hingga 3 Mahasiswa yang Ditangkap Diserahkan Kembali ke Rektorat

Dalam rangkaian aksi, massa menggelar salat gaib di depan Mapolda DIY. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk empati terhadap korban sekaligus penyampaian tuntutan moral kepada aparat.

“Dengan cara salat gaib dan banyak aksi okupasi ini kita berharap setidaknya Polisi itu akan sadar dan melakukan reformasi,” ucap salah satu peserta aksi.

Awalnya, kegiatan berlangsung tertib dan kondusif. Massa menyampaikan aspirasi dengan orasi dan doa bersama. Situasi mulai berubah ketika sejumlah orang melakukan aksi vandalisme.

Baca Juga: Profil dan Biodata Atik Kusdarwati Istri Sudewo: Terpilih Jadi Ketua PMI Pati hingga Pose Saranghaeyo ke Massa Demo

Beberapa bagian dinding Mapolda DIY dicoret menggunakan cat semprot. Selain itu, massa merusak pagar sisi timur dengan cara dijebol. Sejumlah traffic cone juga dilaporkan rusak akibat lemparan.

Setelah pagar berhasil dijebol, massa bergerak mendekat ke area depan aparat yang bertugas. Aspirasi kembali disampaikan di hadapan petugas dan Dirintelkam Polda DIY.

Aparat kepolisian berupaya melakukan pengamanan dan pengendalian massa. Langkah ini dilakukan untuk mencegah kericuhan meluas serta menjaga keselamatan semua pihak di lokasi.

Kabidhumas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, menyayangkan aksi yang berakhir ricuh. Menurutnya, perusakan fasilitas menjadi catatan penting dalam evaluasi pengamanan.

“Meski demikian, secara umum situasi dapat kami kendalikan berkat sinergi antara petugas dengan masyarakat,” ujar Ihsan kepada media.

Dalam rangkaian pengamanan, petugas sempat mengamankan tiga mahasiswa. Ketiganya kemudian diserahkan kembali kepada pihak kampus setelah dilakukan koordinasi dengan rektorat.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X