Minggu, 19 Juli 2026

Polri di Titik Nadir! Dari Keterlibatan Narkotika hingga Tewasnya Remaja 14 Tahun oleh Brimob, PDIP Desak Percepatan Reformasi Polri Secara Total

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Selasa, 24 Februari 2026 | 20:32 WIB
Juru bicara PDI-P Seno Baskoro  (YouTube KOMPASTV )
Juru bicara PDI-P Seno Baskoro (YouTube KOMPASTV )

SketsaNusantara.id - Institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali diguncang serangkaian skandal hebat yang mencoreng citra korps bhayangkara. 

Rentetan kasus mulai dari keterlibatan anggota dalam jaringan narkotika hingga aksi brutal oleh oknum Brimob terhadap anak di bawah umur di Maluku.

Aksi brutal yang tewas remaja 14 tahun di Maluku inilah disebut sebagai titik nadir institusi Polri yang memicu reaksi keras dari Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDI-P).

Baca Juga: Rugikan Negara Hingga Triliun, Bareskrim Polri Gagalkan Penyelundupan Pasir Timah Ilegal ke Malaysia di Perairan Bangka Belitung

"Menanggapi berbagai peristiwa yang hari ini terjadi didalam konteks oknum-oknum kepolisian uang melakukan tindakan yang menjadi titik kritik dari masyarakat luas," ungkap Seno Baskoro selaku juru bicara PDI-P dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV.

Seno Baskoro kemudian menguraikan peristiwa terakhir dimana seorang polisi dari Brimob yang melakukan penganiayaan terhadap seorang anak 14 tahun di Maluku hingga tewas.

Menurutnya, peristiwa ini harus diusut tuntas tidak hanya berhenti terhadap pelaku namun juga secara menyeluruh ke dalam sistem lembaga Polri yang selama ini dipandang sebagai penjaga nilai-nilai kebaikan dan memiliki posisi terhormat sebagai lembaga negara.

Baca Juga: Polri Ungkap Jalur Narkoba yang Menjerat Eks Kapolres Bima Kota, Libatkan Bandar dan Perwira Polisi

"Apalagi beberapa waktu yang lalu pemerintah berkomitmen untuk melakukan percepatan reformasi Polri melalui pembentukan lembaga berisikan tokoh-tokoh yang sangat kredibel dibidang hukum dan di bidangnya masing-masing secara keilmuan," imbuhnya.

Juru bicara PDI-P tersebut kemudian menyebutkan tokoh-tokoh didalam percepatan reformasi Polri mulai dari Mahfud MD, Jimly Asshiddiqie hingga Yusril Ihza Mahendra yang berada dalam komite.

"Peristiwa ini harus menjadi catatan penting untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh baik dalam konteks penindakan terhadap pelaku maupun konteks rekruitmen," ujarnya.

Menurutnya prosesnya rekruitmen anggota Polri harus melalui seleksi yang baik dan mencerminkan nation and character building.

"Anggota Polri harus orang-orang yang memiliki kesadaran bahwa berada dalam posisi terhormat menjaga republik ini sehingga tidak ada lagi tragedi ini terulang," tegasnya.

Tidak cukup itu saja Seno Baskoro sebagai juru bicara PDI-P menegaskan bahwa banyak hal yang harus dilakukan dalam institusi Polri untuk mengembalikan trust (kepercayaan) masyarakat terhadap institusi Polri.***

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X