SketsaNusantara.id - Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi polemik alumni penerima beasiswa (awardee) Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang menuai kontroversi karena pernyataannya yang dinilai menghina negara.
Sebagaimana diketahui, alumni penerima beasiswa LPDP bernama Dwi Sasetyaningtyas (DS) belum lama ini viral dan ramai jadi sorotan publik usai memamerkan paspor yang menunjukkan anaknya menjadi warga negara Inggris.
Perkataannya menuai kecaman publik karena dianggap merendahkan identitas sebagai WNI (Warga Negara Indonesia). DS menyebut anak-anaknya kelak akan diupayakan memiliki kewarganegaraan asing dan tak mengikuti dirinya jadi WNI.
"I know the world seems unfair, tapi cukup aku aja yang WNI tapi anak-anakku jangan. Kita usahakan mereka dengan paspor kuat WNA (inggris) itu," ujarnya dalam video yang diunggah di akun Instagram @sasetyaningtyas beberapa waktu lalu.
Perkataan DS menuai kritik pedas, lantaran ia adalah alumni S2 perguruan tinggi ternama di Belanda yang seluruh biaya hidup dan studinya selama ini ditanggung oleh APBN Indonesia melalui beasiswa LPDP.
Dana LPDP yang bersumber dari uang pajak rakyat, membuat pernyataan DS dianggap tidak beretika sebagai LPDP awardee dan menuai protes karena dinilai merendahkan identitas bangsa.
Publik juga menilai DS bak "kacang lupa kulitnya" karena sudah menikmati fasilitas beasiswa tanpa menganggung biaya hidup dan memperoleh pendidikan secara gratis, namun ujung-ujungnya malah merendahkan negaranya sendiri.
Tak hanya itu, DS juga dikritik karena suaminya, Arya Iwantoro (AP) tidak melakukan kewajiban melaksanakan masa pengabdian kontibusi di Indonesia selama 2 kali masa studi + 1 tahun yang membuatnya jadi buah bibir warganet.
DS diketahui telah menuntaskan seluruh masa pengabdian sesuai dengan ketentuan sejak dinyatakan lulus pada tahun 2017 lalu. Sementara itu, suaminya dikabarkan masih dalam masa studi S3 dan belum menuntaskan kewajiban pengabdian (kontribusi) kembali ke Indonesia.
Melihat dari profil Linkedin miliknya, Arya diketahui berkarier dan menetap di Inggris selama lebih dari 3 tahun pasca studi S2 tanpa kembali ke Indonesia untuk memenuhi kewajiban pengabidan, yang memicu sorotan publik karena diduga melanggar kontrak LPDP.
Baca Juga: Belajar dari Kasus Dwi Sasetyaningtyas, Inilah Hak dan Kewajiban Penerima Beasiswa LPDP
Setelah unggahannya viral, Dwi Sasetyaningtyas mengakui kesalahan dan meminta maaf karena perkataannya yang dinilai melukai perasaan banyak orang.
Artikel Terkait
Siapa Dyah Roro Esti Widya Putri? Gagal di Pileg 2024 Jadi Calon Wakil Menteri Termuda Prabowo, Penerima LPDP yang Punya Harta Miliaran
Kabar Mutiara Baswedan Lanjutkan Studi S2 Dengan Beasiswa LPDP Tuai Komentar Negatif, Netizen Soroti Power Sang Ayah dan Sayangkan Penggunaan Beasiswa
Primus Yustisio Kritik Keras Ketidaktransparanan Penerimaan Beasiswa LPDP: Saya Tidak Akting...
Prabowo Ingin Uang Korupsi Dipakai untuk Beasiswa LPDP, Purbaya Sebut Belum Bisa Sekarang
Prabowo Subianto Minta Menkeu Purbaya Alokasikan Sebagian Uang Sitaan Korupsi CPO Rp13 Triliun untuk Beasiswa LPDP