Kamis, 4 Juni 2026

Ribuan Warga Sumenep Rela Antre Panjang sejak Pukul 14.00 demi Tarawih Perdana dan Amplop Berisi Rp300 Ribu

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 22 Februari 2026 | 18:30 WIB
Ilustrasi amplop putih berisi 300 ribu rupiah. (Pexels/Pixabay)
Ilustrasi amplop putih berisi 300 ribu rupiah. (Pexels/Pixabay)

SketsaNusantara.id - Video antrean panjang warga Sumenep, Jawa Timur, viral di media sosial menjelang Ramadan 1447 Hijriah.

Ribuan orang tampak memadati area sekitar masjid sejak siang hari. Mereka rela menunggu berjam-jam demi memastikan mendapatkan tempat salat tarawih.

Fenomena tersebut diunggah akun Instagram @undercover.id pada Minggu, 22 Februari 2026. Dalam unggahan itu, terlihat warga memenuhi ruas jalan di sekitar musala. Kepadatan jemaah bahkan meluber hingga ke badan jalan.

Baca Juga: Fantastis! Segini Harta Kekayaan Said Abdullah, Ketua Banggar DPR RI Ramai Disorot Usai Bagikan Uang ke Jemaah Tarawih di Sumenep Selama Bulan Ramadan

"Ribuan warga Sumenep booking tempat tarawih sejak jam 2 siang," demikian tertulis dalam postingan tersebut.

Antrean panjang itu terjadi di sekitar Musala Wakaf Abdullah. Lokasinya berada di Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Kota, Sumenep. Warga mulai berdatangan sejak pukul 14.00 WIB untuk mengamankan posisi salat.

Dalam rekaman video, suasana tampak sangat padat. Warga berbaris rapi sambil menunggu waktu salat. Sebagian duduk di pinggir jalan, sementara lainnya berdiri memadati area depan musala.

Baca Juga: Istimewa! Viral Pendistribusian MBG di Kabupaten Sumenep Jatim Diantar Pakai Mobil Mewah hingga Menuai Kritik, Begini Penjelasan SPPG Sumenep

Antusiasme warga bukan hanya karena tarawih perdana Ramadan. Tradisi tahunan pembagian zakat mal menjadi faktor utama. Setiap jemaah yang hadir berpeluang menerima uang tunai Rp300 ribu.

Informasi di lapangan menyebutkan, zakat mal tersebut dibagikan secara rutin setiap Ramadan. Tradisi ini telah berlangsung bertahun-tahun dan selalu dinanti warga. Momentum ini membuat jumlah jemaah meningkat signifikan.

Zakat mal tersebut diketahui berasal dari politisi senior PDI Perjuangan, MH Said Abdullah. Ia kembali menyalurkan zakatnya kepada ribuan warga Sumenep. Penyaluran dilakukan pada malam pertama tarawih Ramadan 1447 Hijriah.

Zakat mal dibagikan dalam bentuk uang tunai. Setiap amplop berisi Rp300 ribu. Amplop yang digunakan polos tanpa logo maupun identitas tertentu.

Dalam proses pembagian, warga diminta tetap tertib dan sabar. Mereka harus mengantre setelah salat tarawih selesai. Petugas membantu mengatur alur pembagian agar berjalan lancar.

"Berdasarkan informasi di lapangan, pembagian amplop Rp300 ribu itu telah secara rutin dilakukan setiap Ramadan, hingga sudah dianggap menjadi tradisi tahunan."

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X