Tradisi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Banyak warga datang lebih awal demi memastikan mendapat bagian. Sebagian bahkan sudah bersiap sejak siang hari.
Kepadatan jemaah pada tarawih perdana membuat arus lalu lintas sekitar sempat tersendat. Petugas setempat tampak mengatur kendaraan agar tidak terjadi kemacetan. Situasi berangsur normal setelah salat selesai.
Antrean panjang tersebut menyita perhatian pengguna media sosial. Hingga Minggu, 22 Februari 2026, pukul 11.30 WIB, unggahan itu telah disukai 9.934 pengguna Instagram. Angka tersebut terus bertambah seiring penyebaran video.
Fenomena ini memperlihatkan antusiasme warga menyambut Ramadan. Tradisi pembagian zakat mal menjadi bagian dari dinamika sosial masyarakat Sumenep. Momentum tarawih perdana pun berlangsung penuh semangat dan kebersamaan.
Kehadiran ribuan jemaah sejak siang hari menjadi potret unik Ramadan di Madura. Tradisi lokal tersebut terus bertahan dan menjadi ciri khas setiap memasuki bulan suci. Situasi ini juga menunjukkan tingginya partisipasi warga dalam kegiatan keagamaan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Nestapa Orang Tua Badrus Sholeh Menanti Kejelasan Putranya yang Hilang saat Ikuti PKL di Perairan Masalembu Sumenep: Ada Banyak Kejanggalan...
Momen Haru Pencarian Taruna SMK Kelautan Puger Jember Menyusuri Pulau Tak Berpenghuni di Sumenep, Warganet Khawatirkan Kondisi Orang Tua Badrus Sholeh
Unik! Perpaduan Budaya China, Jawa, hingga Eropa pada Keraton Sumenep, Peninggalan Sejarah di Jawa Timur sejak Abad ke-18
Analisis BMKG Terkait Gempa Bumi 6,5 SR yang Mengguncang Sumenep Madura, Terpantau Puluhan Kali Terjadi Gempa Susulan dan Tidak Berpotensi Tsunami
3 Fakta Gempa Sumenep, 4 Rumah Warga Rusak hingga Getaran yang Terasa Sampai Lombok, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami