SketsaNusantara.id – Lagi, kekejaman aparat terhadap masyarakat sipil terjadi dan kali ini menimpa pelajar kakak beradik di Kota Tual Maluku.
Bukan hanya luka-luka, salah satu pelajar bahkan disebut tewas akibat penganiayaan brutal yang dilakukan oleh oknum Brimob Polda Maluku tersebut.
Akibat dari perbuatan salah satu oknum Brimob tersebut, keluarga korban mendatangi markas Brimob di Kota Tual untuk meminta melakukan aksi protes terhadap instansi pelaku.
Seperti dikutip dari kanal YouTube tvOneNews, sebuah video amatir memperlihatkan seorang pelajar yang terluka parah di jalan Kita Tual Maluku.
Korban meninggal merupakan sang adik, remaja yang masih berusia 14 tahun dan duduk di kelas Xl Madrasah Aliyah Negeri 1 Maluku Tenggara.
Korban yang alami luka parah tersebut masih sempat dilarikan ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan intensif sebelum akhirnya meninggal dunia.
Baca Juga: Viral! Tepung Beras Putih Rose Brand Ternyata Ada Dua Versi, Ini Perbedaan Teksturnya
Sedangkan sang kakak, mengalami patah tulang akibat penganiayaan namun ia selamat dari maut.
Diduga, pelaku penganiayaan kakak beradik tersebut merupakan anggota Kompi 1 Batalyon, Bribda MS.
Peristiwa bermula saat korban melintas di ruas jalan RSUD Marentuang Maluku dengan menggunakan sepeda motor, korban dihentikan oleh pelaku.
Saat upaya penghentian tersebut, korban dipukul pelaku menggunakan helm saat masih berada diatas motor hingga ia terjatuh dan terseret motor hingga beberapa meter.
Artikel Terkait
Satu Tahun Pimpin Jember, Bupati Gus Fawait Tekan Pedal Gas untuk Transformasi Ekonomi 2026
Fantastis! Segini Harta Kekayaan Said Abdullah, Ketua Banggar DPR RI Ramai Disorot Usai Bagikan Uang ke Jemaah Tarawih di Sumenep Selama Bulan Ramadan
Polemik Paspor Anak WNA, LPDP Klarifikasi Status Hukum Dwi Sasetyaningtyas sebagai Alumni
Usai Disorot Publik, Alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas Klarifikasi Pernyataan soal WNI
Kejagung Akhirnya Ungkap Alasan Tuntut Mati Fandi, ABK Kapal Penyelundup 1,9 Ton Sabu: Mereka Mengetahui...
Gus Fawait Bergerak Cepat, Gandeng Pusat dan Provinsi Jawa Timur untuk Pulihkan Infrastruktur Jember