Keluarga Melapor ke Petugas Paltuding
Hingga siang, korban yang tak kunjung pulang membuat keluarga cemas.
Melihat rekan-rekan korban sudah tiba di rumah masing-masing, keluarga segera melapor ke petugas Paltuding sekitar pukul 10.00 WIB.
Tim gabungan yang terdiri dari petugas BBKSDA Jawa Timur hingga relawan pemandu wisata pun mulai melakukan pencarian.
Insiden ini kemudian dilaporkan ke Basarnas Banyuwangi untuk segera ditindaklanjuti.
Baca Juga: Area Pencarian Orang Hilang Diperluas, Tim SAR Gabungan Sebut Kondisi Alam Jadi Hambatan
Berdasarkan unggahan di akun Instagram Basarnas Banyuwangi, pihaknya menerima laporan atas insiden tersebut pada Rabu malam, pukul 20.05 WIB.
Tim Rescue dari Kantor SAR Banyuwangi pun segera menuju lokasi pada pukul 20.24 WIB.
Setibanya di lokasi kejadian pada 21.54 WIB, Tim Rescue yang terdiri dari 7 personil ini segera melakukan pencarian dibantu dengan unsur terkait, termasuk masyarakat setempat.
Namun hingga berita ini dimuat, Tim SAR Gabungan masih belum menemukan korban.
Kepala Kantor SAR Banyuwang, I Made Oka Astawa, S.H., M.Si., mengungkapkan pihaknya akan melakukan pencarian secara intensif.
“Kami telah memberangkatkan tim menuju lokasi dan akan melakukan pencarian secara intensif dengan penyisiran di jalur pendakian,” ujarnya.
Ia pun mengimbau para pendaki untuk selalu bersama rombongan dan mengikuti prosedur keselamatan pendakian.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak Banjir di Wuluhan, Legislator Gerindra Jember Soroti Adanya Pendangkalan Sungai
10 Kecamatan di Jember Terendam Banjir Jadi Sorotan, DPC PDI Perjuangan Minta Pemerintah Daerah Fokus Amblil Langkah Preventif
Dapat Rapelan MBG Sepekan Awal Ramadhan, Ibu PAUD Unboxing Paket Berisi Roti hingga Ayam Ungkep
Uang Rp4 Juta Milik Nenek Penjual Nasi Uduk di Bekasi Digondol Pria Pura-Pura Jadi Pembeli
Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Diduga Terima Teror Usai Kritik Program MBG, Soroti Dugaan Mesin Ekonomi Borjuis
Diduga Dipicu Sengketa Tanah Wakaf, Puluhan Warga Rusak Bangunan Dapur MBG di Lombok Timur