SketsaNusantara.id – Upaya pencarian terhadap dua warga yang dilaporkan hilang di lokasi berbeda di Kabupaten Jember terus diintensifkan.
Memasuki hari ketiga operasi Search and Rescue (SAR) pada Selasa 17 Februari 2026, tim gabungan mulai memfokuskan titik pencarian di sepanjang garis pantai selatan, mulai Pantai Payangan hingga area perairan Puger.
Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, menjelaskan bahwa operasi pencarian ini melibatkan dua target korban. Korban pertama adalah Faruq Febriansyah (20), pemancing asal Silo yang terjatuh dari tebing di Pantai Canga’an pada Minggu 15 Februari 2026 lalu.
Baca Juga: Jember Siaga, BPBD Masifkan Penanganan Dampak Banjir di 10 Kecamatan
Sementara korban kedua adalah Pak Dullah (76), warga Bangsalsari yang diduga kuat terseret arus Sungai Bedadung sejak lima hari lalu.
"Untuk korban kedua, setelah penemuan sarung milik korban di aliran sungai Karang Semanding, tim memprediksi posisi korban sudah terbawa arus hingga ke muara laut. Oleh karena itu, operasi pencarian kini disatukan di wilayah perairan selatan," ujar Edy Budi Susilo saat memberikan keterangan resminya.
Edy memaparkan bahwa Tim SAR Gabungan telah membagi kekuatan menjadi dua unit utama. Tim pertama melakukan penyisiran menggunakan perahu di sekitar Pantai Payangan, sedangkan tim kedua bergerak di jalur darat menggunakan kendaraan trail untuk menyisir bibir Pantai Canga’an.
Baca Juga: Banjir masih Rendam Puluhan Rumah Warga di Desa Mayangan Gumukmas, BPBD Jember Salurkan Bantuan
Namun, Edy mengakui bahwa kondisi alam di lapangan menjadi tantangan berat bagi para relawan dan petugas.
"Personel di lapangan menghadapi kendala teknis yang cukup serius, mulai dari gelombang laut yang masih tinggi hingga cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang. Bahkan, kendaraan operasional tim darat sempat terjebak lumpur di area Pantai Canga'an, ditambah lagi dengan nihilnya sinyal komunikasi di lokasi tersebut," tambahnya.
Guna mengoptimalkan pemantauan di titik-titik yang sulit dijangkau oleh personel, pihak Basarnas telah berkoordinasi dengan BPBD Jember untuk mengerahkan unit drone. Langkah ini diambil mengingat keterbatasan alat di lokasi kejadian.
"Kami mendukung penuh permintaan Basarnas untuk bantuan pemantauan udara menggunakan drone milik BPBD, karena jangkauan pandang dari udara sangat dibutuhkan saat akses darat terhambat cuaca," jelas Edy.
Baca Juga: Tanamkan Budaya Siaga, Puluhan Siswa SDN Sidomulyo 03 Geruduk Kantor BPBD Jember
Hingga laporan ini diturunkan pada pukul 16.00 WIB, kedua korban masih belum ditemukan. Operasi pencarian dihentikan sementara karena faktor cuaca dan akan dilanjutkan kembali pada Rabu 18 Februari 2026 pagi dengan rute perluasan dari arah timur Pantai Nanggelan hingga ke arah barat menuju perairan Puger.
Artikel Terkait
Libur Panjang Isra Mi’raj, BPBD Jember Perketat Pengamanan di Destinasi Wisata
Akses Jalan Desa Sukoreno Terhambat Longsor, BPBD Jember Targetkan Pembersihan Batu Besar Rampung Pekan Ini
BPBD Jember Bergerak Cepat Evakuasi Mobil Operasional yang Terperosok Akibat Longsor
Perkuat Sinergi Relawan, BPBD Jember Resmikan Posko Siaga Bencana
Satu Rumah Roboh dan Penghuni Terluka di Arjasa, BPBD Jember Bakal Beri Bantuan Material Bangunan
Dikepung Bencana dalam Sehari, BPBD Jember Terjunkan Personel ke Berbagai Wilayah
Sempat Hilang, BPBD Jember Temukan Jenazah Korban Banjir Bandang di Aliran Sungai Bedadung
Tanamkan Budaya Siaga, Puluhan Siswa SDN Sidomulyo 03 Geruduk Kantor BPBD Jember
Banjir masih Rendam Puluhan Rumah Warga di Desa Mayangan Gumukmas, BPBD Jember Salurkan Bantuan
Tiga Bencana Terjadi dalam Sehari, BPBD Jember Catat Puluhan Rumah Warga Terdampak