SketsaNusantara.id – Pemerintah Kabupaten Jember terus bergerak cepat dalam menangani dampak bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah sejak pekan lalu.
Langkah ini merupakan tindak lanjut langsung atas atensi Bupati Jember, Gus Fawait, yang telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana melalui Surat Keputusan (SK) hingga 26 Februari 2026 mendatang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Edy Budi Susilo, mengatakan seluruh personel dan sumber daya telah dikerahkan untuk memastikan pemulihan pasca-bencana berjalan optimal.
Baca Juga: Tiga Bencana Terjadi dalam Sehari, BPBD Jember Catat Puluhan Rumah Warga Terdampak
Menurut dia, penetapan status gawat darurat ini menjadi payung hukum bagi dinas-dinas terkait untuk melakukan intervensi secara komprehensif.
"Sesuai arahan Bapak Bupati, kami melakukan penanganan intensif di 10 kecamatan terdampak. Fokus kami saat ini adalah pemenuhan kebutuhan dasar warga, distribusi air bersih, serta pendataan infrastruktur yang rusak untuk segera direhabilitasi," ujar Edy saat memberikan keterangan resmi, Selasa 17 Februari 2026 malam.
Berdasarkan laporan pemutakhiran data per Selasa malam, total warga yang terdampak mencapai 7.445 Kepala Keluarga (KK). Ribuan KK itu tersebar di 19 desa dan 4 kelurahan.
Baca Juga: Banjir masih Rendam Puluhan Rumah Warga di Desa Mayangan Gumukmas, BPBD Jember Salurkan Bantuan
Wilayah dengan dampak terluas meliputi Kecamatan Rambipuji, Balung, dan Wuluhan. Tragedi ini juga mencatat satu korban jiwa di Desa Kaliwining akibat tersengat aliran listrik saat membersihkan rumah.
Edy menjelaskan bahwa meski air di sebagian besar titik sudah surut total dan 557 jiwa pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing, tim di lapangan masih melakukan kerja ekstra.
“Kami juga telah membagikan bantuan logistik dan terutama air bersih bagi masyarakat yang terdampak. Untuk di Desa Nogosari dan Curahmalang misalnya, kami telah mengirimkan puluhan ribu liter air bersih menggunakan tangki PDAM dan BPBD, serta memasang tandon-tandon air di titik strategis," imbuhnya.
Baca Juga: Tanamkan Budaya Siaga, Puluhan Siswa SDN Sidomulyo 03 Geruduk Kantor BPBD Jember
Selain pemukiman, banjir juga merusak fasilitas umum, termasuk empat jembatan yang ambruk dan satu masjid yang mengalami kerusakan berat. Sektor pertanian tak luput dari hantaman bencana.
Terdata, sekitar 200 hektare lahan di Desa Glundengan, Wuluhan, tergenang, dengan estimasi 14 hektare tanaman padi usia 30-40 HST mengalami puso (gagal panen).
Artikel Terkait
Libur Panjang Isra Mi’raj, BPBD Jember Perketat Pengamanan di Destinasi Wisata
Akses Jalan Desa Sukoreno Terhambat Longsor, BPBD Jember Targetkan Pembersihan Batu Besar Rampung Pekan Ini
BPBD Jember Bergerak Cepat Evakuasi Mobil Operasional yang Terperosok Akibat Longsor
Perkuat Sinergi Relawan, BPBD Jember Resmikan Posko Siaga Bencana
Satu Rumah Roboh dan Penghuni Terluka di Arjasa, BPBD Jember Bakal Beri Bantuan Material Bangunan
Dikepung Bencana dalam Sehari, BPBD Jember Terjunkan Personel ke Berbagai Wilayah
Sempat Hilang, BPBD Jember Temukan Jenazah Korban Banjir Bandang di Aliran Sungai Bedadung
Tanamkan Budaya Siaga, Puluhan Siswa SDN Sidomulyo 03 Geruduk Kantor BPBD Jember
Banjir masih Rendam Puluhan Rumah Warga di Desa Mayangan Gumukmas, BPBD Jember Salurkan Bantuan
Tiga Bencana Terjadi dalam Sehari, BPBD Jember Catat Puluhan Rumah Warga Terdampak