"Kami juga berkoordinasi dengan Dinas PUPR dan PRKPLH untuk normalisasi sungai dan perbaikan akses jalan yang terputus akibat longsor, seperti yang terjadi di Dusun Paseban," tambah Edy.
Baca Juga: Dikepung Bencana dalam Sehari, BPBD Jember Terjunkan Personel ke Berbagai Wilayah
Penanganan ini melibatkan kolaborasi masif antara TNI/Polri, Basarnas, PMI, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, hingga relawan dan masyarakat setempat.
Edy mengimbau warga untuk tetap waspada mengingat prediksi BMKG terkait cuaca ekstrem masih berlaku hingga 20 Februari 2026.
"Status darurat hingga 26 Februari ini memberikan kita ruang untuk bergerak cepat. Kami pastikan tidak ada warga terdampak yang terabaikan, terutama kelompok rentan seperti lansia dan balita," tutupnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI
Artikel Terkait
Libur Panjang Isra Mi’raj, BPBD Jember Perketat Pengamanan di Destinasi Wisata
Akses Jalan Desa Sukoreno Terhambat Longsor, BPBD Jember Targetkan Pembersihan Batu Besar Rampung Pekan Ini
BPBD Jember Bergerak Cepat Evakuasi Mobil Operasional yang Terperosok Akibat Longsor
Perkuat Sinergi Relawan, BPBD Jember Resmikan Posko Siaga Bencana
Satu Rumah Roboh dan Penghuni Terluka di Arjasa, BPBD Jember Bakal Beri Bantuan Material Bangunan
Dikepung Bencana dalam Sehari, BPBD Jember Terjunkan Personel ke Berbagai Wilayah
Sempat Hilang, BPBD Jember Temukan Jenazah Korban Banjir Bandang di Aliran Sungai Bedadung
Tanamkan Budaya Siaga, Puluhan Siswa SDN Sidomulyo 03 Geruduk Kantor BPBD Jember
Banjir masih Rendam Puluhan Rumah Warga di Desa Mayangan Gumukmas, BPBD Jember Salurkan Bantuan
Tiga Bencana Terjadi dalam Sehari, BPBD Jember Catat Puluhan Rumah Warga Terdampak