Kebijakan tersebut berkaitan dengan sikap pemerintah yang anti-komunisme.
Sementara Cina saat itu dikenal sebagai salah satu negara dengan ideologi komunis.
Baca Juga: Karena Jasa Besarnya pada Imlek dan Etnis Tionghoa, Gus Dur Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Kebijakan tersebut juga menginstruksikan agar masyarakat Tionghoa menggelar perayaan keagamaan dan adat istiadat secara tertutup atau di lingkungan keluarga.
Barulah pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, kebijakan tersebut dicabut.
Lewat Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2000, pemerintah Indonesia membebaskan warganya untuk menganut agama, keagamaan dan adat istiadat Tioghoa.
Atas kebijakannya tersebut, Gus Dur kemudian diberi gelar sebagai Bapak Pluralisme.
Sejak saat itulah, perayaan Imlek dan hari-hari penting masyarakat Tionghoa di Indonesia diperbolehkan digelar di ruang umum.
Kendati demikian, penggunaan istilah Imlek masih melekat dan lebih akrab di telinga masyarakat hingga saat ini.
Selain faktor sejarah, kemunculan istilah Imlek juga berkaitan dengan makna yang terkandung di dalamya.
Istilah Chunjie memiliki arti Festival Musim Semi, yang dirasa kurang sesuai dengan musim yang ada di Indonesia yakni kemarau dan penghujan.
Dikutip dari laman Portal Informasi Indonesia, Imlek terdiri dari dua suku kata, Im yang bermakna bulan dan Lek yang artinya penanggalan.
Jika diterjemahkan, kata Imlek bermakna kalender bulan atau penanggalan bulan.
Artikel Terkait
7 Daftar Link Twibbon Imlek 2026, Desain Terbaru untuk Percantik Laman Media Sosial, Shio Kuda Api Jadi Andalan
5 Twibbon dan Ucapan Selamat Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, Unggah Bersama di 17 Februari 2026 Mendatang
6 Poster Tahun Baru Imlek 2026, Desain Spesial Tahun Kuda Api yang Cocok untuk Beragam Acara
10 Link Twibbon Hari Raya Imlek 2026, Desain Baru dan Gratis untuk Postingan Instagram
10 Ucapan Imlek Gong Xi Fa Cai 2026 Sederhana tapi Sarat Doa dan Harapan, Cocok untuk Status WA atau Caption IG