Kamis, 4 Juni 2026

Quraish Shihab Ulang Tahun yang ke-82, Najwa Shihab Ungkap Kebiasaan yang Dilakukan Abinya Setiap Hari: Sarung, Secangkir Teh, dan Kursi Itu…

Photo Author
Nurul Olivia Ulfa, Sketsa Nusantara
- Senin, 16 Februari 2026 | 13:30 WIB
Potret Quraish Shihab yang sudah berusia 82 tahun, Najwa Shihab ungkap kebiasaan abinya yang rutin dilakukan setiap hari. (Instagram/najwashihab)
Potret Quraish Shihab yang sudah berusia 82 tahun, Najwa Shihab ungkap kebiasaan abinya yang rutin dilakukan setiap hari. (Instagram/najwashihab)

SketsaNusantara.id – Ulama sekaligus cendekiawan muslim, Prof. Dr. H. M. Quraish Shihab, M.A., kini telah berusia 82 tahun.

Di hari ulang tahun sang ayah yang kerap disapa Abi tersebut, Najwa Shihab mengungkapkan kebiasaan apa saja yang rutin dilakukan oleh Abinya.

Dalam unggahan di Instagram @najwashihab pada 16 Februari 2026 seperti dikutip oleh tim SketsaNusantara.id, Najwa menuturkan habits apa saja yang dilakukan Abinya setiap hari.

Baca Juga: Kenang 7 Bulan Kepergian Ibrahim Sjarief Assegaf, Najwa Shihab: Hidup Tidak Berhenti ketika Kau Pergi

“Hari ini Abi bertambah usia. Ada satu pemandangan yang, diam-diam, membentuk cara saya memahami hidup,” tulis Najwa dikutip oleh tim redaksi.

Pemandangan yang setiap hari disaksikan oleh Najwa adalah di setiap pagi Abi selalu mengenakan sarung dan duduk di kursi kesayangannya dengan secangkir teh di atas meja.

“Abi. Sarungnya. Secangkir teh hangat buatannya sendiri. Dan kursi itu,” ungkapnya.

Baca Juga: Najwa Shihab Kenang Tsunami Aceh 20 Tahun Lalu, Bandingkan dengan Banjir Sekarang: Bencananya Beda, Tapi Cemasnya Sama

Setelah melaksanakan shalat subuh, Abi duduk di kursi tersebut dan rutin membaca buku serta menulis.

“Setelah subuh, ketika rumah masih setengah terjaga, Abi sudah duduk di sana. Membaca. Menulis. Menemani pagi, seolah ia dan waktu sudah lama bersahabat,” imbuhnya.

Selain itu, sebuah kalender gantung berukuran kecil yang harus disobek setiap harinya juga menjadi teman Abi kala mengawali paginya.

Baca Juga: Bantuan Menumpuk di Posko, Najwa Shihab Sebut Kendala di Aceh Bukan Lagi Kurangnya Logistik: Satu-Satunya Harapan Adalah...

“Di dinding, tergantung kalender lama. Kalender yang harus dirobek, satu hari setiap kali,” sambungnya.

Kalender sobek itu memberikan kesan tersendiri bagi Najwa karena seperti ada sesuatu yang khidmat di balik sobekan itu.

“Sejak dulu, saya selalu merasa ada sesuatu yang sunyi sekaligus khidmat dalam bunyi sobekan itu,” lanjutnya.

Jurnalis ini berfilosofi bahwa sobekan kalender tersebut memiliki arti bahwa setiap hari yang sudah dilewati harus bermakna.

“Seolah mengingatkan: hari ini sudah dijalani. Sudah diisi. Bukan sekadar dilewati,” ujarnya.

Hari-hari memang akan terus berlalu. Namun kehidupan harus selalu diisi dengan kegiatan yang bermanfaat.

“Lembarannya memang berkurang. Tapi bukan hidupnya. Karena setiap pagi, Abi kembali duduk di kursi itu. Kembali membaca. Kembali menulis. Kembali menjadi murid kehidupan,” katanya.

Dalam captionnya, Najwa juga tidak lupa mengucapkan selamat ulang tahun kepada Abinya yang merupakan penulis karya monumental ‘Tafsir Al Misbah’ tersebut.

“Selamat ulang tahun, Abi. Kalender itu akan terus dirobek. Hari-hari akan terus lewat,” ucapnya.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X