Jumat, 5 Juni 2026

Pemuda Probolinggo Idap Tumor Otak, Keluarga Harap Uluran Tangan untuk Biaya Pengobatan

Photo Author
Nurul Huda, Sketsa Nusantara
- Minggu, 15 Februari 2026 | 05:30 WIB
Muhammad Dava Nuri Saputra bersama ibunya di rumah sederhana mereka di Probolinggo, berharap dukungan untuk biaya pengobatan tumor. (X/Probolinggo)
Muhammad Dava Nuri Saputra bersama ibunya di rumah sederhana mereka di Probolinggo, berharap dukungan untuk biaya pengobatan tumor. (X/Probolinggo)

 

SketsaNusantara.id - Kisah perjuangan seorang pemuda asal Kota Probolinggo menyentuh perhatian publik.

Muhammad Dava Nuri Saputra (20), yang disebut sebagai pemuda asal Kota Probolinggo, kini tengah berjuang melawan penyakit serius yang menggerogoti kesehatannya.

Dalam informasi yang dihimpun SketsaNusantara.id dari unggahan akun Facebook Probolinggo disebutkan, ia sudah ditinggalkan ayahnya karena meninggal harus menahan nyeri akibat tumor besar di punggungnya.

Baca Juga: Aduan Warga Soal Titik Longsor di Exit Tol Probolinggo Timur Jadi Sorotan, Kondisi Tanah Dinilai Rawan dan Perlu Penanganan Segera!

Disebutkan bahwa kondisi itu membuatnya sulit duduk dan bergerak leluasa.

Keterbatasan fisik ini tentu menjadi tantangan besar bagi seorang pemuda yang sebelumnya menjalani aktivitas normal seperti anak muda seusianya. Rasa nyeri yang terus dirasakan menghambat mobilitasnya sehari-hari.

Dava saat ini tinggal bersama ibunya di rumah sederhana yang beralamat di Jalan Kyai Muji RT 09 RW 09, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan.

Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas membuat perjuangan pengobatan semakin berat.

Baca Juga: Dewasa Menghadapi Pengkhianatan: Kisah Suami di Probolinggo yang Memilih Jalan Damai saat Istri Berselingkuh

“Keterbatasan biaya membuat pengobatan terasa berat,” demikian disebutkan dalam informasi tersebut.

Sejak awal merasakan gejala, Dava sempat berjualan es kecil dan menjalani pemeriksaan medis.

“Nur menuturkan, awalnya berjualan itu kecil dan sempat diperiksakan ke dokter. Saat itu disebut tidak berbahaya, namun ukurannya terus membesar,” tulis akun tersebut.

Seiring waktu, kondisi yang semula dianggap tidak berbahaya justru berkembang menjadi lebih serius.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X