Kamis, 4 Juni 2026

Jarang Dikenal, Puluhan Aktivis dan Pecinta Sejarah Kota Pahlawan Luncurkan Buku Biografi KH Fattah Yasin Sebagai Pejuang Bangsa

Photo Author
As'ad Choirudin, Sketsa Nusantara
- Jumat, 13 Februari 2026 | 18:40 WIB
Para narasumber dalam acara Bedah Buku KH Abdul Fattah Yasin: Teladan Aktivis & Pejuang Bangsa. (SketsaNusantara.id)
Para narasumber dalam acara Bedah Buku KH Abdul Fattah Yasin: Teladan Aktivis & Pejuang Bangsa. (SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id - Bedah Buku KH Abdul Fattah Yasin: Teladan Aktivis & Pejuang Bangsa digelar di Warung Kampung Kawatan, Kamis 12 Februari 2026, malam. Acara dihadiri puluhan aktivis dan pecinta sejarah Kota Pahlawan.

Kegiatan ini menghadirkan Dr Wasid Mansyur, penulis buku dan dosen pascasarjana UIN Sunan Ampel. Sebagai pembanding, hadir Dr Ahmad Karomi (dosen Universitas Yudharta Pasuruan), Dr Yahya Muhammad (pegiat historiografi) dan Mukani (aktivis literasi).

Ketua panitia Wildan Ainur Aditya menjelaskan pemilihan kampung Kawatan sebagai lokasi bedah buku. "Di kampung inilah KH Fattah Yasin lahir lalu menggerakkan roda perlawanan ke Belanda hingga menjadi menteri selama 10 tahun," ujarnya.

Baca Juga: Siapa Ketua BEM UGM? Ini Profil Tiyo Ardianto yang Mengaku Diteror Usai Kirim Surat ke UNICEF Suarakan Tragedi Kematian Siswa SD di NTT

Saat memaparkan materi, Dr Wasid menjelaskan Kiai Fattah pernah menjadi Menteri Urusan Sosial dan Menteri Penghubung Alim Ulama. "Itu sejak era pemerintahan Soekarno," ujarnya.

Kiai Fattah, lanjutnya, pernah menjadi inisiator berdirinya Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI). "Saya pernah kroscek ke markasnya di Malang sana," imbuhnya.

Dia menambahkan, Kiai Fattah pernah menjadi Ketua Persatuan Tani Nahdlatul Ulama (Pertanu). "Periode pertama sebelum 1963, Pertanu fokus tidak hanya mengurusi pertanian, tapi juga pertanahan merespon pemberlakuan UU Agraria," imbuhnya.

Baca Juga: Anggaran MBG Berasal dari Mana? Tepis Tuduhan Hamburkan Uang untuk MBG, Prabowo Jelaskan Asal Biaya Program Pemerintahannya

Kiai Fattah juga diakui pernah menjadi anggota Hisbullah. Ini sebuah laskar yang dibentuk Masyumi menyongsong lndonesia merdeka. "Tidak heran jika Kiai Fattah terdepan membela Yayasan Khadijah Wonokromo saat hendak diserobot tanahnya oleh PKI," kenangnya.

Dia mengakui kesulitan terbesar saat menyusun buku adalah akses memperoleh data. "Buku setebal 207 halaman ini saya susun sejak Januari 2026 kemarin, kadang dilempar sana sini saat mau mencari data," kisahnya.

Ketokohan Kiai Fattah diakui Dr Yahya Muhammad. "Gelar haji yang disandang saat itu sebagai bentuk pengakuan keilmuannya dalam lslam, termasuk kiprahnya saat menggerakkan kader NU di Surabaya untuk melawan Belanda," ujarnya.

Baca Juga: Jember Siaga, Debit Air Sungai Meluap Jembatan di Desa Jubung Putus Diterjang Banjir

Hal senada disampaikan Dr Ahmad Karomi. Pria berkacamata ini menegaskan, sebagai murid Syaikhona Kholil Bangkalan, Kiai Fattah diakui tokoh penting di Surabaya.

"Terutama dalam membela kaum petani di Surabaya saat itu," ujarnya. Ini karena Syaikhona Kholil, lanjutnya, menggerakkan kader tidak hanya di Surabaya. "Tapi di seluruh pulau Jawa dan Madura," imbuhnya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X