Di Kecamatan Boja, Kaliwungu Selatan, dan Brangsong, banjir merendam puluhan rumah yang berada di dataran rendah. Aliran air berasal dari luapan sungai dan limpasan drainase yang tidak mampu menampung debit hujan.
Hingga Rabu pagi, 11 Februari 2026, air di beberapa titik mulai berangsur surut. Namun, sebagian wilayah masih tergenang dengan ketinggian bervariasi.
BPBD Kabupaten Kendal menyebut belum ada laporan warga yang mengungsi. Meski demikian, pendataan terhadap jumlah rumah terdampak terus dilakukan.
Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta relawan disiagakan untuk memantau perkembangan situasi. Proses evakuasi disiapkan apabila ketinggian air kembali meningkat.
Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan susulan. Curah hujan tinggi masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Kondisi Sungai Blorong terus dipantau untuk mengantisipasi kemungkinan luapan susulan. Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan pihak terkait guna mempercepat penanganan dampak banjir.
Upaya pembersihan material lumpur dan sampah dilakukan secara bertahap setelah genangan mulai surut. Aktivitas warga perlahan kembali berjalan, meski sebagian rumah masih memerlukan perbaikan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
15 Hari Sawah di Pati Terendam Banjir, 150 Hektare Lahan Pertanian Terancam Gagal Panen
Pantai Larangan Tegal Mendadak Dipenuhi Kayu dan Pipa, Diduga Terbawa Banjir Bandang dari Wisata Guci
Baru Bangkit dari Banjir, Pabrik Sandal PT Garuda Mas Perkasa di Medan Ludes Terbakar, Ratusan Karyawan Terancam Tak Punya Pekerjaan
Relawan Banjir Purbalingga Buka Pos Ngopi di Lokasi Bencana, Momen Hangat di Tengah Pembersihan Lumpur
Banjir Bandang Seret 120 Meter Pipa Air Pakis, PMI Jember Turun dengan Tandon dan Armada Tangki