Kamis, 4 Juni 2026

34 Gempa Susulan Guncang Pacitan, Anggota DPD RI Lia Istifhama Ingatkan Pentingnya Kesiapsiagaan Bencana di Selatan Jawa

Photo Author
Zuhana Anibuddin Zuhro, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 7 Februari 2026 | 08:00 WIB
Gempa Pacitan magnitudo 6,2 dan puluhan susulan jadi alarm mitigasi bencana, Lia Istifhama soroti ketahanan infrastruktur (Instagram.com/@lia_istifhama)
Gempa Pacitan magnitudo 6,2 dan puluhan susulan jadi alarm mitigasi bencana, Lia Istifhama soroti ketahanan infrastruktur (Instagram.com/@lia_istifhama)

SketsaNusantara.id — Rentetan aktivitas gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, menjadi perhatian serius Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Lia Istifhama.

Menurutnya, munculnya puluhan gempa susulan setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 6,2 merupakan sinyal kuat bahwa kesiapsiagaan bencana di wilayah rawan gempa harus diperkuat secara menyeluruh dan berjangka panjang.

Lia menilai, meskipun hasil pemantauan menyebutkan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami, dampak yang ditimbulkan di lapangan tidak dapat dianggap ringan. Kerusakan bangunan dan adanya korban luka menjadi indikator bahwa sistem mitigasi dan ketahanan infrastruktur masih perlu dievaluasi secara serius.

Baca Juga: IHSG Mulai Menguat, Anggota DPD RI Lia Istifhama Dorong Penguatan Investasi Daerah untuk Ekonomi Berkelanjutan

“Gempa beruntun seperti ini bukan sekadar fenomena alam biasa. Ini adalah pengingat bahwa wilayah selatan Jawa berada di zona rawan dan membutuhkan kesiapan yang lebih matang, baik dari sisi pemerintah maupun masyarakat,” ujar Lia dalam pernyataan resminya, Jumat 6 Februari 2026.

Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, hingga Jumat malam telah terjadi 34 gempa susulan dengan variasi kekuatan, mulai dari magnitudo 2,1 hingga magnitudo 4,2. Gempa utama terjadi dini hari, tepatnya pukul 01.06 WIB, dengan pusat gempa berada di perairan laut sekitar 89 kilometer tenggara Pacitan, pada kedalaman 58 kilometer.

Guncangan gempa tidak hanya dirasakan di Pacitan, tetapi juga berdampak pada sejumlah wilayah di Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Laporan kerusakan mencakup rumah warga, fasilitas pemerintahan, sarana pendidikan, tempat ibadah, hingga fasilitas kesehatan. Selain itu, sejumlah warga dilaporkan mengalami luka akibat tertimpa bangunan atau kepanikan saat gempa terjadi.

Baca Juga: Hadiri Mediapreneur Talks Surabaya 2025, Senator Lia Istifhama Apresiasi Konsistensi Promedia dan Dukung Usulan Insentif Pajak bagi Jurnalis

Menanggapi kondisi tersebut, Lia menekankan pentingnya perubahan pendekatan dalam penanganan bencana. Ia mendorong agar upaya mitigasi tidak lagi berfokus pada respons darurat semata, tetapi lebih menitikberatkan pada langkah pencegahan dan kesiapan sejak dini.

“Pemeriksaan ketahanan bangunan, penataan ulang jalur evakuasi, serta ketersediaan ruang aman harus menjadi agenda rutin, terutama di daerah yang berulang kali terdampak gempa,” katanya.

Selain infrastruktur fisik, Lia juga menyoroti pentingnya peningkatan literasi kebencanaan di tengah masyarakat. Menurutnya, pemahaman warga tentang cara menyelamatkan diri saat gempa dapat secara signifikan mengurangi risiko korban jiwa.

Baca Juga: Ekonomi Jatim Tumbuh 5,3 Persen, Anggota DPD RI Lia Istifhama Ajak Warga Jaga Stabilitas dan Persatuan

Ia menambahkan bahwa koordinasi antarinstansi menjadi faktor krusial dalam menghadapi situasi kebencanaan. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BMKG, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dinilai perlu diperkuat agar penanganan bencana berjalan cepat, tepat, dan terintegrasi.

“Negara harus hadir secara nyata, tidak hanya saat darurat, tetapi juga dalam memastikan warga siap menghadapi potensi bencana di masa depan,” tutup Lia Istifhama.***

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X