SketsaNusantara.id - Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menilai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mulai menunjukkan tren penguatan sebagai sinyal membaiknya kepercayaan pasar terhadap perekonomian nasional.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pemulihan pasar modal harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat investasi di daerah agar pertumbuhan ekonomi lebih merata dan berkelanjutan.
Menurut Lia, kinerja IHSG yang membaik dalam beberapa hari terakhir mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap stabilitas ekonomi nasional. Namun, ia menegaskan bahwa indikator pasar keuangan tidak dapat dijadikan satu-satunya tolok ukur kekuatan ekonomi. Sektor riil, khususnya di daerah, tetap memegang peran penting dalam menjaga ketahanan ekonomi jangka panjang.
“IHSG yang mulai pulih tentu menjadi kabar baik. Tetapi pemulihan ini perlu diterjemahkan ke dalam kebijakan nyata yang berdampak langsung bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Lia dalam keterangan tertulis di Jakarta.
Ia menilai, pemerataan investasi menjadi langkah strategis agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya terpusat di kota-kota besar. Daerah, menurutnya, memiliki potensi ekonomi yang besar, mulai dari sumber daya alam, sektor pertanian, hingga industri kreatif berbasis kearifan lokal.
Lia mendorong agar arus investasi diarahkan ke sektor-sektor produktif di daerah seperti usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pertanian modern, industri pengolahan, serta ekonomi kreatif. Sektor-sektor tersebut dinilai mampu menciptakan lapangan kerja luas sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi di tengah fluktuasi pasar global.
Selain itu, Lia menekankan pentingnya peran pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif di daerah. Hal ini meliputi penyederhanaan perizinan, kepastian hukum bagi investor, serta percepatan pembangunan infrastruktur dasar yang mendukung aktivitas ekonomi.
“Investasi tidak boleh hanya berputar di pusat-pusat ekonomi tertentu. Daerah harus diberi ruang dan dukungan agar bisa menjadi penggerak pertumbuhan nasional,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam merespons dinamika ekonomi global. Koordinasi kebijakan yang kuat dinilai dapat menjaga stabilitas ekonomi sekaligus melindungi pelaku usaha daerah dari dampak ketidakpastian global.
Menurut Lia, pemulihan IHSG seharusnya menjadi peluang untuk melakukan pembenahan struktural ekonomi nasional. Pemerataan investasi, penguatan sektor riil, dan peningkatan daya saing daerah menjadi kunci agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya tercermin pada angka-angka pasar modal, tetapi juga dirasakan secara nyata oleh masyarakat luas.
Menutup pernyataannya, Lia Istifhama menegaskan bahwa pembangunan ekonomi yang inklusif harus dimulai dari daerah. Dengan fondasi ekonomi daerah yang kuat, ia optimistis ketahanan ekonomi nasional akan semakin solid di tengah berbagai tantangan global.***
Artikel Terkait
Harta Kekayaan Cucun Syamsurijal, Wakil Ketua DPR RI yang Berencana Hapus Ahli Gizi Dari Program MBG
Cucun Ahmad Syamsurijal Partai Apa? Profil Wakil Ketua DPR RI yang Sebut Ahli Gizi Tak Dibutuhkan di Program MBG
Ikuti International Summer Class di DPR RI 2025, Mahasiswa UIN KHAS Jember: Ini Kolaborasi Teori dan Praktik Penyusunan APBN
Anggota Komisi IV DPR RI Usman Husin Desak Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni Mundur, Ini Alasannya
Ketua DPR RI Puan Maharani Tanggapi Ajakan Patungan Beli Hutan Sejumlah Masyarakat: Ayo Gotong Royong...
Ferry Irwandi Terima Maaf Anggota DPR RI Usai Disindir 'Sok Paling Kerja' Saat Bantu Korban Bencana, Minta Publik Fokus Beri Dukungan untuk Sumatera