SketsaNusantara.id - Akhir-akhir ini publik kembali digemparkan dengan isu pemekaran wilayah dari Jawa Timur.
Provinsi paling timur di Pulau Jawa ini diisukan akan melahirkan tiga Daerah Otonomi Baru (DOB).
Bermula dari beberapa unggahan di media sosial TikTok yang menyebut bahwa Jawa Timur akan pecah menjadi tiga provinsi baru.
Baca Juga: Di Balik Lawakan Ludruk Jawa Timur, Ada Nilai Islam yang Disampaikan Lewat Cerita, Musik, dan Dialog
Berita tersebut membuat publik penasaran terkait kebenarannya, apakah provinsi yang dipimpin Khofifah Indar Parawansa ini akan terpecah?
Dilansir dari laman resmi Komdigi, ada beberapa penjelasan yang harus diketahui oleh masyarakat terkait isu pemekaran Jawa Timur yang tengah beredar.
Dalam tulisannya, Komdigi menyebut bahwa saat ini tengah marak isu-isu liar yang berkaitan dengan pemekaran wilayah, salah satunya adalah Jatim.
Baca Juga: Lampaui Kabupaten Tetangga di Sekarkijang, Jember Tembus 7 Besar PAD Tertinggi di Jawa Timur
Masih dari sumber yang sama, dituliskan bahwa tiga provinsi baru yang diisukan akan lahir dari Jawa Timur adalah Provinsi Mataraman/Jawa Selatan, Provinsi Madura dan Provinsi Blambangan.
Kota Kediri dikabarkan akan menjadi Ibukota Provinsi Mataraman/Jawa Selatan dan Kota Pamekasan akan amnejadi Ibukota Provinsi Madura.
"Provinsi baru tersebut adalah Provinsi Mataraman/Jawa Selatan, di mana Kota Kediri menjadi ibu kota. Lalu Provinsi Madura, dengan ibu kota yakni Kota Pamekasan, dan yang terakhir Provinsi Blambangan dengan ibu kota Jember," bunyi pernyataan dari laman komdigi.go.id.
Berikut ini daftar nama kabupaten kota yang isunya akan keluar dari Jatim dan menjadi bagian dari provinsi baru:
1. Provinsi Mataraman/Jawa Selatan
Artikel Terkait
Anak Tak Sengaja Lecetkan Mobil Orang, Ibu Ini Tak Kabur dan Tinggalkan Sepucuk Surat, Apa Isinya?
Februari 2026 Dijuluki Perfect Month: Kalender Rapi Tanpa Sisa, Fenomena Langka yang Terulang Setelah 11 Tahun
Terungkap Fakta-Fakta Memilukan, Anak 10 Tahun Tewas Mengakhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Alat Tulis di Ngada NTT
Bupati Ngada Tolak Kesimpulan Tentang Siswa yang Diduga Mengakhiri Hidup Karena Tak Punya Alat Tulis: Penilaian Mas Terlalu Dini
Presiden Prabowo Subianto Beri Atensi Khusus Pada Kasus Siswa yang Diduga Mengakhiri Hidup di Ngada NTT, Mensesneg: Kami Prihatin...