SketsaNusantara.id - Grup musik folk pop Banda Neira baru saja menyapa para pendengarnya di Jember.
Mereka tampil dalam festival musik WeekendKalcer yang digelar pada Minggu, 1 Februari 2026, di Rembangan, tepatnya di Desa Kemuning, Jember.
Dalam tur Jawa Timur bertajuk Berjalan Lebih Jauh, Banda Neira tampil di panggung intim dengan membawakan 13 lagu.
Baca Juga: Di Balik Lawakan Ludruk Jawa Timur, Ada Nilai Islam yang Disampaikan Lewat Cerita, Musik, dan Dialog
Sebelum pertunjukan dimulai, panitia WeekendKalcer lebih dulu menghadirkan sesi berbagi cerita (sharing session) bersama Banda Neira.
Diskusi tersebut dipandu oleh RZ Hakim, jurnalis sekaligus sejarawan asal Jember, bersama dua personel Banda Neira, Ananda Badudu dan Shasa Iguana.
Sekitar pukul 11.51 WIB, suasana Rembangan terasa cerah dan sejuk.
Berada di ketinggian sekitar 650 meter di atas permukaan laut (mdpl), kawasan ini memang dikenal memiliki udara yang sejuk meski langit tidak sedang mendung.
Shasa dan Nanda tampil kompak mengenakan kaos hitam yang dipadukan dengan celana jeans. Bedanya, Nanda memilih jeans berwarna biru yang lebih gelap.
Sebelum diskusi dimulai, keduanya menerima zine berjudul 'Kelak yang Kita Punya Hanya Bayang-Bayang' yang ditulis dan diproduksi oleh kolektif Sudut Kalisat.
Acara kemudian dibuka oleh RZ Hakim yang memperkenalkan Jember sebagai kabupaten yang dipenuhi gumuk dan pernah menjadi kota metropolitan pada masa kejayaan perkebunan.
Shasa dan Nanda mengaku ini adalah kali pertama mereka menginjakkan kaki di Jember.
Artikel Terkait
Sudut Kalisat Hidupkan Sejarah Lokal Lewat Merokat Kenangan, Sebuah Upaya Untuk Mengenal dan Mencintai Kampung Halaman
Mampir di Jember! Festival Film Santri Gelar Nobar dan Sosialisasi Bareng Para Santri di Sinema Kelontong Sudut Kalisat
Sudut Kalisat Hidupkan Sejarah Lewat Festival Kampung Lorstkal: Menyulam Sejarah, Merayakan Peran Ibu
Prosesi Restu Ibu: Merawat Ingatan Kolektif bersama Sudut Kalisat Melalui Festival Kampung Lorstkal
Konsisten 10 Tahun Merekam Ingatan, Sudut Kalisat kembali Menggelar Kalisat Tempo Dulu: Landskap Bercakap
Kalisat Tempo Dulu 10: Cara Sudut Kalisat Merawat Harapan dan Ingatan akan Kampung Halaman melalui Lanskap Perkebunan Jember