Kamis, 4 Juni 2026

Bertemu Prabowo Membahas Keanggotaan di Board of Peace, Ini Keputusan Para Tokoh Islam Demi Mendukung Kemerdekaan Palestina

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Rabu, 4 Februari 2026 | 10:00 WIB
Gus Yahya mewakili 16 ormas Islam dan Menteri Agama  (YouTube KOMPASTV )
Gus Yahya mewakili 16 ormas Islam dan Menteri Agama (YouTube KOMPASTV )

 

SketsaNusantara.id – 16 Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam, Menteri Agama dan kyai-kyai sepuh pesantren bertemu Presiden Prabowo pada Selasa, 3 Februari 2026.

Salah satu yang dibahas para tokoh Ormas dengan Prabowo pada pertemuan tersebut adalah tentang keanggotaan Indonesia di Board of Peace yang memunculkan perdebatan.

Setelah pertemuan dengan Prabowo, para tokoh Ormas menyatakan dukungan kolektif terhadap gagasan Presiden Prabowo Subianto mengenai pembentukan atau penguatan peran Board of Peace.

Baca Juga: Presiden Prabowo Dorong Garuda dan Industri Nasional Adaptif terhadap Teknologi Penerbangan Global

Pernyataan ini disampaikan usai pertemuan strategis yang membahas posisi Indonesia dalam merespons ketegangan geopolitik global, termasuk situasi di Timur Tengah.

Dalam pernyataannya, Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyampaikan bahwa mereka sudah mendapatkan penjelasan ekstensif dari presiden.

Ini terkait pertimbangan-pertimbangan realistis yang harus dibuat tentang keadaan sekarang dan peluang yang ada agar Indonesia bisa secara lebih konkret, lebih progresif dan mengejar hasil nyata menolong Palestina dengan berpartisipasi di Board of Peace.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tegur Keras Gubernur dan Gubernur Bali Soal Sampah, Ciptakan Proyek Waste to Energy di 34 Kota

"Kami memahami semua penjelasan pak presiden, dengan menitipkan pesan agar tidak mudah terbawa arus yang justru nanti merugikan rakyat Palestina," ungkap Gus Yahya dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV.

"Presiden menyatakan bahwa nanti semua akan dilakukan dengan kewaspadaan dan prinsip yang sama sekali tak bisa ditawar untuk menjaga dan membantu rakyat Palestina terutama di Gaza dan di tepi barat" tegas Gus Yahya.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa Ormas Islam memandang Presiden Prabowo memiliki keberanian diplomatik untuk memposisikan Indonesia bukan sekadar penonton, melainkan inisiator melalui Board of Peace.

Baca Juga: Presiden Prabowo di Rakornas 2024, Waspada Ancaman Perang Dunia 3 dan Pentingnya Ketahanan Nasional

Dimana dewan ini diharapkan tidak hanya fokus pada meja perundingan, tetapi juga pada aksi nyata seperti pengiriman bantuan medis, tenaga pendidik, dan misi perdamaian ke wilayah konflik.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: YouTube KOMPASTV

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X