Ia berharap pemerintah daerah bisa kembali memberikan bantuan bagi korban dari keluarga miskin.
"Karena sekarang efisiensi, jadi anggaran atau DAK pusat yang sudah tidak ada lagi di Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A), pemerintah harus mencari solusi terbaik dan sektor pembiayaan lain untuk visum korban," tegasnya.
Bukan hanya itu saja. Fatriatulrahma juga menekankan pentingnya perluasan dan kemudahan akses layanan perlindungan anak agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Rieke Diah Pitaloka Tegas Usut Tuntas Kasus Pelecehan Seksual yang Dilakukan Atasan Pada Karyawannya, Singgung Soal Uang Pelicin!
PW GP Ansor Jawa Timur Kecam Trans7 atas Narasi Pelecehan terhadap Kiai dan Pesantren
Kecam Keras Tayangan Soal Dugaan Pelecehan Pondok Pesantren Lirboyo, Aliansi Santri Jember Desak Trans Media Minta Maaf Terbuka
Selebgram Jasmine Abbad Bongkar Tindakan Pelecehan Seksual yang Terjadi di Salah Satu Kafe di Jember: Stop Normalisasi Cat Calling
Kepala SPPG Jatimekar Diduga Lakukan Pelecehan dan Penganiayaan pada Karyawatinya, Akui Korban Sudah Lapor ke BGN Tapi...
Kasus Polisi Melakukan Pelecehan di Melawai Bikin Geram, Apa Tindakan Aparat?