Kamis, 4 Juni 2026

Viral Warga Diminta Wagub Lampung Berhenti Unggah Video yang Mengkritik soal Pembangunan Jembatan Magkrak, Begini Klarifikasi dari Pihak Pemprov

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Senin, 2 Februari 2026 | 14:00 WIB
Potret pembangunan jembatan di Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, Lampung, yang mangkrak selama puluhan tahun tanpa ada kejelasan (Instagram/feedgramindo)
Potret pembangunan jembatan di Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, Lampung, yang mangkrak selama puluhan tahun tanpa ada kejelasan (Instagram/feedgramindo)

Setelah video tersebut viral, Pemprov Lampung kemudian memberikan klarifikasi. Melalui akun Instagram resminya, Pemprov Lampung membantah soal Wagub Jihan yang disebut-sebut telah mengintimidasi warga karena mengkriti pembangunan infrastruktur di wilayahnya.

"Klarifikasi! Beredar video dengan narasi seolah Wakil Gubernur Lampung @jihanchalim menelepon warga yang memprotes kondisi jalan dan pembangunan jembatan, serta menyuruh berhenti merekam. Perlu ditegaskan, narasi tersebut fitnah!" tulis akun Instagram @pemprovlampung_ dikutip SketsaNusantara.id pada hari Senin, 2 Februari 2026.

Dalam unggahannya, Pemprov Lampung membeberkan sejumlah fakta. Pihaknya menegaskan bahwa Wagub Jihan tidak pernah menelepon warga, tidak ada larangan perekaman video, serta tidak ada intimidasi dalam bentuk apa pun. 

"Faktanya, Wagub Jihan tidak pernah menelepon warga, tidak ada larangan perekaman video maupun intimidasi dalam bentuk apapun," tuturnya.

Baca Juga: Baru 9 Bulan Duduk di Kursi Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya Kini Terjaring OTT KPK 

"Pemprov Lampung terbuka terhadap aspirasi masyarakat, termasuk kritik soal jalan dan jembatan," jelasnya.

Unggahan tersebut sempat jadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak warganet yang menyayangkan kejadian ini, mempertanyakan kinerja pemerintah mengingat banyaknya pembangunan infrastruktur di Lampung yang terbengkalai.

"Emang apa-apa harus viral dulu supaya pemerintah kerja. Udah bosen banget tiap kali ada kritik, terus pemerintah klarifikasi, ntar mereka bikin gebrakan baru lagi," komentar salah satu warganet.

"Klarifikasi yang dilakukan Pemprov adalah bentuk pembelaan, lalu mengatakan soal tanggung jawab Pemprov adalah bentuk lempar batu sembunyi tangan. Sudah banyak berita dari Lampung soal infrastruktur yang gak dapat perhatian pemerintah," sindir warganet lainnya.

Baca Juga: Kesenjangan Sosial, Pejabat Lampung Foya-Foya Nonton Konser hingga Sawer DJ, Rakyatnya Menderita Jadi Langganan Banjir dan Jalanan Rusak

Dalam unggahan terbaru, Pemprov Lampung menyebut jembatan yang dimaksud adalah Jembatan Merah Putih yang merupakan kewenangan Kabupaten Lampung Timur.

"Perlu dipahami bersama bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan kewenangan Kabupaten Lampung Timur, bukan Pemprov Lampung," ujarnya.

"Meski begitu, Pemprov Lampung tidak tinggal diam. Jauh dari sebelum viral, Pemprov sudah mendampingi dan mengawal prosesnya bahkan sudah mengajukan dukungan ke Pemerintah Pusat," tuturnya.

Baca Juga: Profil Jihan Nurlela, Wagub Lampung yang Asik Joget di Konser Denny Caknan, Anak Kyai yang Jadi Wakil Gubernur Termuda di Pilkada 2024

"Berkolaborasi dengan Kodam XXI/Radin Inten untuk solusi jembatan sementara (Jembatan Merah Putih) sambil menunggu penanganan permanen," lanjutnya.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Instagram @feedgramindo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X