SketsaNusantara.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi angin segar bagi siswa di Jember mendadak jadi sorotan negatif.
Media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan unggahan foto dan video yang memperlihatkan porsi makan siswa yang dianggap jauh dari kata layak.
Menanggapi kegaduhan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember tidak tinggal diam.
Tim Satgas MBG langsung bergerak cepat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Sriwijaya di Kecamatan Sumbersari pada Jumat, 30 Januari 2026.
Sidak ini dipimpin oleh pejabat sekretaris daerah Jember, Akhmad Helmi Luqman atas instruksi langsung Bupati Jember Muhammad Fawaid.
Inspeksi mendadak ini dilakukan demi menindaklanjuti sebuah unggahan yang viral terkait menu MBG untuk siswa.
Langkah ini diambil Pemkab Jember guna memastikan program MBG dilaksanakan dengan standard dan aturan yang berlaku.
Inspeksi mendadak ini diawali oleh unggahan orang tua siswa, seperti dikutip dari kanal YouTube KJTV Jember Official, dimana orang tua kecewa saat melihat menu yang diterima anak-anak yang dinilai tak layak.
Akhmad Helmi Luqman, yang memimpin sidak menyatakan bahwa ada kendala teknis dalam operasional di SPPG Sriwijaya.
"Kami menemukan adanya miskomunikasi di internal dapur, mulai dari koordinasi kepala dapur, ahli gizi hingga relawan. Hal ini menyebabkan ketidaksiapan dalam menyajikan porsi yang sesuai standar gizi yang telah ditetapkan," ujar Helmi.
Pihak pengelola berdalih bahwa hilangnya komponen buah pada hari tersebut telah diganti dengan susu segar dan berdalih akan diganti esok harinya namun keburu viral.
Meski berdalih demikian, Pemkab menegaskan bahwa pergantian menu tidak boleh mengurangi nilai gizi dan kualitas rasa.
Artikel Terkait
Kasus Keracunan MBG Turun Drastis, Kemenkes Kejar Target Zero Accident
Istimewa! Viral Pendistribusian MBG di Kabupaten Sumenep Jatim Diantar Pakai Mobil Mewah hingga Menuai Kritik, Begini Penjelasan SPPG Sumenep
Program MBG Cenderung Diremehkan di Dalam Negeri, Jepang Kagum dan Apresiasi Indonesia hingga Datang Untuk Studi Banding
Kepala BGN Rencanakan Pendataan Ulang Untuk Anak dari Pernikahan Dini, Siri Hingga Putus Sekolah Agar Terima MBG
Kekhawatiran Lonjakan Harga Pangan Jelang Ramadhan, Program MBG Dinilai Berpotensi Memperparah Situasi Pasar