Kamis, 4 Juni 2026

Dulu Viral karena Anak Buruh Tembus FKUI, Kini Iqbal Kembali Menginspirasi dengan IPK 3,91

Photo Author
Nurul Huda, Sketsa Nusantara
- Senin, 26 Januari 2026 | 12:59 WIB
Senyum bangga Iqbal.  (Instagram/kamusmahasiswa)
Senyum bangga Iqbal. (Instagram/kamusmahasiswa)

SketsaNusantara.id - Kisah inspiratif kembali datang dari dunia pendidikan tinggi Indonesia.

Sosok Iqbal, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) yang sebelumnya sempat viral karena latar belakang keluarganya sebagai anak buruh, kini kembali mencuri perhatian publik setelah mencatatkan prestasi akademik gemilang.

Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan akun Instagram @kamusmahasiswa, Iqbal dilaporkan berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebesar 3,91.

Baca Juga: Misteri Hilangnya Pendaki Muda di Bukit Mongkrang, Operasi SAR Kembali Digencarkan di Lereng Lawu

Prestasi tersebut disampaikan melalui laporan capaian akademik pada semester terbarunya, yang menunjukkan konsistensi dan kualitas belajar yang sangat tinggi.

“Masih diingat Iqbal, putra daerah Bengkulu yang tahun lalu menjadi perhatian publik karena diterima sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI),” tulis akun @kamusmahasiswa.

“Minggu lalu, Iqbal melaporkan capaian akademiknya pada semester I, di mana dari sembilan mata kuliah yang diambil, tujuh mata kuliah memperoleh nilai A dan dua mata kuliah memperoleh nilai A-, dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebesar 3,91,” lanjut akun tersebut.

Baca Juga: Purbaya Yudhi Sadewa Disebut Tertipu Bank Himbara Rp200 T, Ini Klarifikasi Resmi Kemenkeu

Capaian ini bukan sekadar angka akademik, tetapi mencerminkan kerja keras, disiplin, dan ketekunan seorang mahasiswa yang datang dari latar belakang sederhana.

Fakta bahwa dari sembilan mata kuliah, tujuh di antaranya memperoleh nilai A menunjukkan konsistensi performa akademik yang sangat kuat di lingkungan pendidikan yang dikenal kompetitif seperti FKUI.

Lebih jauh, unggahan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan Iqbal bukan hanya soal kemampuan intelektual semata, tetapi juga tentang akses terhadap kesempatan.

Baca Juga: Menteri Kebudayaan Fadli Zon Resmikan Pendopo Pate Alos, Jadi Titik Awal Penataan Wisata Kota Tua Besuki di Situbondo

“Saya meyakini bahwa keberhasilan ini bukan semata-mata persoalan kemampuan, melainkan persoalan kesempatan. Ketika kesempatan tersebut diberikan, mereka pun mampu berprestasi dan bersaing secara unggul di FKUI,” tulis dokter Ari yang dikutip dalam unggahan akun @kamusmahasiswa.

Kutipan tersebut mempertegas pesan sosial yang kuat di balik kisah Iqbal.

Prestasi akademik ini menjadi bukti konkret bahwa mahasiswa dari berbagai latar belakang sosial memiliki potensi yang sama besar untuk berprestasi, selama mendapatkan akses dan dukungan yang setara.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X