Kamis, 4 Juni 2026

Burung Hantu Dilindungi Ditembak Mati, Video Viral Picu Keprihatinan Publik dan Respons Aparat

Photo Author
Nurul Huda, Sketsa Nusantara
- Kamis, 22 Januari 2026 | 17:30 WIB
Ilustrasi burung hantu sedang terbang. (Freepik/freepik)
Ilustrasi burung hantu sedang terbang. (Freepik/freepik)

Kehadiran burung hantu justru bermanfaat bagi lingkungan, terutama di kawasan pertanian dan pemukiman.

Oleh karena itu, tindakan membunuh burung hantu bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga merusak keseimbangan alam.

Menanggapi viralnya video tersebut, aparat kepolisian bergerak cepat.

“Polda NTT segera turun ke lokasi untuk melakukan klarifikasi dan pendalaman kasus,” demikian keterangan unggahan tersebut.

Langkah ini menunjukkan keseriusan aparat dalam menanggapi kasus kekerasan terhadap satwa, terutama ketika telah menjadi perhatian publik secara luas.

Selain melakukan klarifikasi, pihak kepolisian juga dilaporkan telah melakukan tindakan awal dalam proses penyelidikan.

“Aparat kepolisian telah mengamankan sejumlah barang bukti serta memeriksa pihak-pihak yang terlibat dalam kejadian tersebut guna mengungkap kronologi dan tanggung jawab hukum para pelaku,” tulis unggahan tersebut.

Proses ini menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa hukum benar-benar ditegakkan, sekaligus memberi efek jera bagi masyarakat.

Polisi juga mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi keberadaan satwa liar.

“Polisi mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi keberadaan satwa liar, terutama yang berstatus dilindungi,” tulis akun @bushcoo.

Imbauan ini penting mengingat masih banyak masyarakat yang belum memahami bahwa satwa liar memiliki fungsi ekologis dan dilindungi oleh undang-undang.

Lebih lanjut, aparat menekankan bahwa tindakan kekerasan terhadap satwa bukan sekadar pelanggaran administratif.

Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap satwa tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merusak keseimbangan ekosistem.

Pernyataan ini menegaskan bahwa persoalan ini bukan hanya soal etika, tetapi juga soal keberlanjutan lingkungan hidup.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X