Minggu, 19 Juli 2026

Penemuan Langkah Smartwatch Co-pilot Farhan Jadi Harapan Sekaligus Tekanan, Misi Penyelamatan ATR 42-500 Berkejaran Dengan Golden Time, Apa Itu?

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Selasa, 20 Januari 2026 | 11:00 WIB
Pesawat ATR 42 500 yang jatuh di gunung Bulusaraung  (bppsdm_brpbappp)
Pesawat ATR 42 500 yang jatuh di gunung Bulusaraung (bppsdm_brpbappp)

2. Luka dan trauma

Korban kecelakaan pesawat sering mengalami luka dalam yang jika tidak ditangani medis dalam 3 hari akan berakibat fatal.

3. Faktor Alam

 Suhu dingin ekstrem di pegunungan (hipotermia) mulai menggerogoti daya tahan tubuh setelah melewati dua malam pertama.

Mengapa pencarian ini menjadi sangat mendesak? Sebab angka ribuan langkah yang ditunjukkan smartwatch tersebut menunjukkan adanya aktivitas fisik yang signifikan dari Farhan setelah pesawat kehilangan kontak.

Baca Juga: Mengenal ESAR, Teknik Pencarian yang Digunakan Basarnas dalam Opsar Pesawat ATR 42-500, Sering Dipakai dalam Kasus Pendaki Hilang?

Jika benar Farhan melakukan perjalanan, maka ia tidak lagi berada di ground zero atau titik jatuh.

Sehingga Tim SAR kini harus membagi fokus, menyisir puing dan melacak kemungkinan arah jalan korban sebelum fisiknya melemah.

Namun kemiringan tebing Gunung Bulusaraung yang mencapai 80-90 derajat serta kabut tebal yang menyelimuti hutan rimbun merupakan penghalang dan membuat setiap menit dalam Golden Time ini menjadi sangat berharga.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: YouTube Kata Dokter

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X