2. Luka dan trauma
Korban kecelakaan pesawat sering mengalami luka dalam yang jika tidak ditangani medis dalam 3 hari akan berakibat fatal.
3. Faktor Alam
Suhu dingin ekstrem di pegunungan (hipotermia) mulai menggerogoti daya tahan tubuh setelah melewati dua malam pertama.
Mengapa pencarian ini menjadi sangat mendesak? Sebab angka ribuan langkah yang ditunjukkan smartwatch tersebut menunjukkan adanya aktivitas fisik yang signifikan dari Farhan setelah pesawat kehilangan kontak.
Jika benar Farhan melakukan perjalanan, maka ia tidak lagi berada di ground zero atau titik jatuh.
Sehingga Tim SAR kini harus membagi fokus, menyisir puing dan melacak kemungkinan arah jalan korban sebelum fisiknya melemah.
Namun kemiringan tebing Gunung Bulusaraung yang mencapai 80-90 derajat serta kabut tebal yang menyelimuti hutan rimbun merupakan penghalang dan membuat setiap menit dalam Golden Time ini menjadi sangat berharga.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Update Pesawat ATR 400 Hilang Kontak, Pendaki Temukan Puing Pesawat ATR Indonesia Air Transport di Gunung Bulusaraung
Update Pencarian Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Puncak Bulusaraung, Tim SAR Temukan Serpihan Badan-Ekor di...
Pesawat ATR 42-500 PK-THT Hilang Saat Mendekati Makassar, Status Darurat Dinyatakan DETRESFA
Spesifikasi ATR 42-500, Pesawat Indonesia Air Transport yang Hilang di Sulses, Berapa Kapasitas Penumpangnya?
Temuan Serpihan Pesawat di Puncak Bulusaraung Jadi Sorotan, Diduga Berasal dari ATR 42-500 Indonesia Air Transport yang Hilang
Upaya SAR di Medan Ekstrem: Penemuan Serpihan Pesawat ATR PK-THT di Maros-Pangkep Menjadi Petunjuk Kunci Penelusuran Lokasi Jatuhnya Pesawat