SketsaNusantara.id – Memasuki hari ketiga pasca-jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, tim SAR gabungan kini berada dalam fase paling krusial.
Di bawah komando Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, operasi pencarian kini semakin diperluas.
Sebab pada hari ketiga ini, Selasa, 20 Januari 2026 setelah temuan 2 jenazah, maka kini status pencarian korban ATR 42 500 sedang berkejaran dengan golden time dari 9 korban lainnya.
Apalagi setelah ditemukannya bukti digital mengejutkan dari smartwatch milik Co-Pilot Muhammad Farhan Gunawan yang mencatat aktivitas langkah kaki pasca-kecelakaan.
Temuan keluarga Farhan mengenai adanya 13.647 langkah yang terekam pada aplikasi kesehatan smartwatch miliknya memberikan harapan sekaligus tekanan besar bagi tim di lapangan.
Lalu apa sebetulnya Golden Time dalam Operasi SAR? DIkutip dari YouTube Kata Dokter, dalam dunia penyelamatan, Golden Time diartikan sebagai waktu emas.
Baca Juga: KNKT Ungkap Kemungkinan Penyebab Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Maros
Ini adalah periode 72 jam pertama setelah terjadinya kecelakaan yang merupakan jendela waktu yang sangat sempit namun paling menentukan antara hidup dan mati korban.
Menurut protokol internasional dan Basarnas, 72 jam adalah ambang batas di mana peluang survival atau kemampuan bertahan hidup korban berada di titik maksimal karena tiga alasan utama. Tiga alasan utama tersebut adalah:
1. Ketahanan Fisik
Tubuh manusia rata-rata hanya mampu bertahan tanpa asupan air selama 3 hari.
Artikel Terkait
Update Pesawat ATR 400 Hilang Kontak, Pendaki Temukan Puing Pesawat ATR Indonesia Air Transport di Gunung Bulusaraung
Update Pencarian Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Puncak Bulusaraung, Tim SAR Temukan Serpihan Badan-Ekor di...
Pesawat ATR 42-500 PK-THT Hilang Saat Mendekati Makassar, Status Darurat Dinyatakan DETRESFA
Spesifikasi ATR 42-500, Pesawat Indonesia Air Transport yang Hilang di Sulses, Berapa Kapasitas Penumpangnya?
Temuan Serpihan Pesawat di Puncak Bulusaraung Jadi Sorotan, Diduga Berasal dari ATR 42-500 Indonesia Air Transport yang Hilang
Upaya SAR di Medan Ekstrem: Penemuan Serpihan Pesawat ATR PK-THT di Maros-Pangkep Menjadi Petunjuk Kunci Penelusuran Lokasi Jatuhnya Pesawat