Minggu, 19 Juli 2026

Hampir 2 Bulan Usai Banjir, Dusun Lhok Pungki Aceh Utara Hilang, Hunian Warga Berubah Jadi Sungai Baru

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Senin, 19 Januari 2026 | 13:00 WIB
Ilustrasi banjir. (Pexels/Dibakar Roy)
Ilustrasi banjir. (Pexels/Dibakar Roy)

SketsaNusantara.id - Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh pada November 2025 masih menyisakan dampak serius. Sejumlah wilayah hingga kini membutuhkan bantuan lanjutan.

Salah satu daerah terdampak berada di Dusun Lhok Pungki, Aceh Utara. Dusun pedalaman ini mengalami perubahan besar setelah diterjang banjir dan longsor.

Kondisi terkini Lhok Pungki dibagikan oleh dokter sekaligus relawan, Rinal Dhuri. Ia mengunggah situasi lapangan melalui akun Instagram pribadinya.

Baca Juga: Video Viral Ungkap Warga Kampung Durian Tinggal di Kuburan Tionghoa Usai Banjir dan Longsor Aceh Tengah

Dalam unggahan tersebut, terlihat kawasan permukiman warga telah berubah drastis. Area yang sebelumnya dihuni kini menjadi aliran sungai baru.

Seorang warga setempat menceritakan perubahan tersebut dalam video yang diunggah Sabtu, 17 Januari 2026. “Ini sebelumnya bukan sungai, sebelah ini rumah, di sana juga rumah. Ini sungai baru, yang lama jauh dari kita duduk, sekitar 700 meter,” ucapnya.

Warga itu juga menjelaskan bahwa hanya satu bangunan yang masih berdiri. Bangunan tersebut adalah masjid yang selamat dari terjangan banjir.

Baca Juga: Perjalanan Kereta Terganggu Banjir, KAI Batalkan 11 Keberangkatan dari Gambir dan Pasar Senen Hari Ini

Selain perubahan lanskap, material alam terlihat memenuhi kawasan tersebut. Batu berukuran besar tampak berserakan di sekitar bekas permukiman.

Dokter Rinal menjelaskan bahwa akses menuju Lhok Pungki masih sangat terbatas. Jalur darat menuju dusun tersebut belum sepenuhnya pulih.

“Ini kampung terujung, bukan di Aceh Tamiang, bukan Aceh Tengah, ini Aceh Utara. Saya sama tim jalan pakai motor melewati gunung, ternyata masih ada tempat yang cukup parah,” kata Rinal.

Ia juga memperlihatkan batang pohon besar yang terbawa arus banjir. Material tersebut berasal dari kawasan perbukitan sekitar dusun.

Kesulitan akses ini juga disampaikan dalam unggahan Kementerian Kesehatan. Tim medis harus menempuh jalan berlumpur menggunakan sepeda motor.

Perjalanan menuju dusun dilanjutkan dengan rakit sederhana. Rakit hanya dapat digunakan saat arus sungai sedang tenang.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X