Minggu, 19 Juli 2026

Lebih 40 Hari Usai Banjir Sumatera, Desa Terisolir di Aceh Tengah Masih Bertahan, Nakes Seberangi Sungai Deras Demi Layani Warga

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 15 Januari 2026 | 18:30 WIB
Perjuangan warga dan relawan di Kecamatan Linge saat harus menyeberangi Sungai Kala Ilie dengan penyeberangan seadanya. (Instagram/lingkaran_gayo)
Perjuangan warga dan relawan di Kecamatan Linge saat harus menyeberangi Sungai Kala Ilie dengan penyeberangan seadanya. (Instagram/lingkaran_gayo)

SketsaNusantara.id - Sudah lebih dari 40 hari bencana banjir melanda wilayah Sumatera. Sejumlah daerah terdampak hingga kini masih kesulitan menerima bantuan. Kondisi tersebut terjadi di beberapa wilayah pedalaman Aceh Tengah.

Kecamatan Linge menjadi salah satu kawasan yang terdampak cukup parah. Sejumlah desa di wilayah ini masih terisolir akibat akses utama belum pulih.

Jalur penghubung antarwilayah terputus sejak banjir bandang akhir November 2025.

Baca Juga: Banjir Bandang Aceh Tamiang Tinggalkan Luka di Sawah Petani, Relawan Siapkan Skema Pemulihan Pertanian

Desa Jamat dan Reje Payung termasuk wilayah yang sulit dijangkau. Hingga pertengahan Januari 2026, warga dan relawan masih menghadapi hambatan akses. Sungai Kala Ilie menjadi satu-satunya jalur yang harus dilintasi.

Kondisi tersebut turut dirasakan oleh para tenaga kesehatan. Untuk mencapai desa, mereka harus menyeberangi sungai dengan berjalan kaki. Arus sungai cukup deras dan ketinggian air mencapai hampir sepinggang orang dewasa.

Perjuangan para nakes tersebut terekam dalam video yang beredar di media sosial. Video diunggah akun Instagram @lingkaran_gayo pada Selasa, 14 Januari 2026. Rekaman itu menunjukkan nakes menyeberangi sungai bersama warga.

Baca Juga: Tangis Guru di Pidie Jaya Pecah Usai Banjir, Laptop Berisi Data Penting Terendam Lumpur dan Tak Sempat Diselamatkan

Mereka berjalan bergandengan tangan demi menjaga keseimbangan. Tidak ada jembatan permanen yang bisa digunakan. Hanya tali sling seadanya dan jembatan darurat yang tersedia.

Video tersebut telah ditonton lebih dari 14 ribu kali. Dalam rekaman, arus sungai terlihat cukup kuat. Para nakes tetap melanjutkan perjalanan menuju desa tujuan.

Selain berjalan di sungai, metode lain juga digunakan. Warga memasang tali sling sebagai pegangan saat menyeberang. Proses ini dilakukan secara bergantian dan penuh kehati-hatian.

Video lain juga beredar melalui akun TikTok @ikas.mida. Rekaman tersebut memperlihatkan jembatan tali darurat. Jembatan itu menjadi alternatif lintasan bagi warga dan nakes.

Hingga kini, terdapat lima desa di Kecamatan Linge yang masih terisolir. Desa tersebut meliputi Linge, Delung Sekinel, Jamat, Reje Payung, dan Kute Reje. Sekitar dua ribu jiwa terdampak kondisi ini.

Putusnya dua jembatan utama menjadi penyebab utama isolasi. Jembatan Kala Ilie dan Jembatan Reje Payung rusak total. Keduanya diterjang banjir bandang dan tanah longsor.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X