“Hari pertama sekolah pascabencana banjir bandang dan longsor, 5 Januari 2026. Spot jantung ngeri-ngeri sedap,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.
Tali sling sempat melambat saat ditarik dari seberang. Salah satu guru terdengar panik di tengah penyeberangan. “Ini kalau putus kayak mana? Astaghfirullah, jangan di tengah ini diberhentiin,” teriaknya.
Sejak banjir dan longsor, akses antar desa terputus cukup lama. Aktivitas ekonomi warga ikut terganggu. Distribusi hasil pertanian menjadi terhambat.
Kegiatan pendidikan dan layanan kesehatan juga terdampak. Warga harus mengambil risiko besar untuk beraktivitas. Kondisi ini berlangsung hingga pembangunan jembatan darurat dimulai.
Dengan hadirnya jembatan darurat, mobilitas warga perlahan membaik. Akses menuju sekolah, kebun, dan fasilitas umum kembali terbuka. Pemulihan aktivitas masyarakat Aceh Tengah terus diupayakan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Kayu Gelondongan Jadi Tantangan Relawan saat Distribusi Bantuan Banjir Bandang Aceh
Sumur Bor Korban Banjir Disebut Capai Rp150 Juta, Warga Aceh Timur Unggah Bukti Sumur Rp15 Juta
Video Guru Aceh Tengah Menyeberangi Sungai Deras Viral dan Tuai Perhatian Publik
Jembatan Penghubung Desa Reje Payung-Jamat Putus, Ratusan Warga Aceh Tengah Masih Terisolir
Banjir Bandang Aceh Tengah Tinggalkan Luka Panjang, Kepala Desa Ungkap Nasib Warga saat Jalan Tak Kunjung Pulih