Minggu, 19 Juli 2026

Turis Kaget Lihat Sungai Hitam di Hutan Kalimantan, Penjelasan Pemandu Wisata Ini Ramai Dibahas

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Senin, 12 Januari 2026 | 21:30 WIB
Menyoroti penjelasan seorang tour guide di Kalimantan tentang sungai air hitam yang kini dinilai mulai tercemar oleh limbah tambang emas.  (Instagram.com/@orangudeny)
Menyoroti penjelasan seorang tour guide di Kalimantan tentang sungai air hitam yang kini dinilai mulai tercemar oleh limbah tambang emas. (Instagram.com/@orangudeny)

SketsaNusantara.id - Fenomena sungai air hitam di Kalimantan mendadak ramai diperbincangkan warganet. Perhatian publik tertuju pada penjelasan seorang pemandu wisata lokal. Penjelasan itu dibagikan melalui media sosial dan menyebar luas.

Unggahan tersebut berasal dari akun Instagram @orangudeny milik Deny Priyatna. Ia dikenal sebagai pemandu wisata hutan tropis Kalimantan. Video itu diunggah pada Senin, 12 Januari 2026.

Dalam unggahan tersebut, Deny membagikan pengalamannya saat menemani wisatawan. Salah satu turis mempertanyakan warna sungai yang tampak hitam. Pertanyaan itu muncul saat mereka menyusuri hutan tropis Kalimantan.

Baca Juga: Duka di Puncak Merbabu, Pendaki Asal Kalimantan Timur Meninggal Dunia Tersambar Petir di Pos Suwanting

"Mengapa sungainya tampak berwarna hitam?" tanya seorang turis.

Deny kemudian mengunggah video terpisah untuk menjelaskan fenomena tersebut. Ia menggambarkan suasana perjalanan menyusuri sungai hutan. Penjelasan itu disampaikan dengan analogi sederhana.

Ia menyebut sungai air hitam mengalir di tengah hutan hijau. Warna gelap sungai kontras dengan vegetasi sekitarnya. Kondisi itu kerap memunculkan anggapan air sungai tercemar.

Baca Juga: Laju Deforestasi di Indonesia 24 Tahun Terakhir, 1 Juta Hektar Hutan Hilang di 2016, Terbanyak di Kalimantan

Deny menjelaskan warna hitam bukan berasal dari lumpur. Air tersebut disebut sangat jernih secara alami. Warna gelap muncul akibat proses ekologis yang berlangsung lama.

Menurut Deny, jutaan daun berguguran setiap hari di hutan Kalimantan. Daun-daun itu jatuh ke area rawa dan membusuk perlahan. Air hujan kemudian mengalir melewati tumpukan dedaunan tersebut.

Dalam proses itu, air menyerap zat alami dari tumbuhan. Zat tersebut dikenal sebagai tanin atau asam humat. Senyawa itu memberikan warna gelap pada air sungai.

"Ini mirip dengan membuat teh, sehingga air sungai menjadi seperti itu," terangnya.

Ia menjelaskan air sungai tidak memantulkan cahaya. Air justru menyerap sinar matahari sehingga terlihat hitam. Kondisi itu membuat sungai tampak gelap dari permukaan.

Deny juga membagikan pengalamannya saat mengambil air sungai. Air dimasukkan ke dalam botol bening. Dalam wadah transparan, air terlihat seperti teh atau minuman cola.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X