Kamis, 4 Juni 2026

Diplomasi Pertahanan Indonesia-Turki Makin Erat, Sjafrie Sjamsoeddin Dorong Transfer Teknologi dan Kerja Sama Strategis

Photo Author
Nurul Huda, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 10 Januari 2026 | 16:30 WIB
Momen hangat pertemuan delegasi pertahanan Indonesia dan Turki. (X/sjafriesjams)
Momen hangat pertemuan delegasi pertahanan Indonesia dan Turki. (X/sjafriesjams)

“Di tengah dinamika keamanan global yang semakin kompleks, kolaborasi ini diarahkan pada percepatan transfer teknologi, penguatan kapabilitas pertahanan darat, laut, dan udara, serta pengembangan sumber daya manusia,” lanjutnya.

Fokus pada transfer teknologi menjadi poin krusial, mengingat Indonesia tengah mendorong kemandirian industri pertahanan nasional agar tidak terlalu bergantung pada impor alutsista.

Hubungan Indonesia-Turki dalam sektor pertahanan memang bukan hal baru. Kedua negara telah menjalin sejumlah proyek strategis, termasuk kerja sama pengembangan kendaraan tempur medium tank Harimau (Kaplan MT) antara PT Pindad dan FNSS Defence Systems dari Turki.

Pertemuan terbaru ini memperlihatkan kesinambungan komitmen politik untuk memperluas kerja sama ke sektor yang lebih luas.

Selain aspek pertahanan, Sjafrie juga menekankan dimensi nilai dalam hubungan bilateral tersebut.

“Sebagai negara sahabat, Indonesia dan Turki juga berbagi kepedulian terhadap isu kemanusiaan dan perdamaian global, termasuk dukungan bagi stabilitas Palestina,” tegasnya.

Pernyataan ini memperlihatkan bahwa kerja sama kedua negara tidak semata didorong oleh kepentingan militer, tetapi juga oleh solidaritas dalam isu-isu global yang sensitif.

Dalam konteks geopolitik internasional, sikap ini memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang konsisten mendukung perdamaian dan stabilitas dunia, sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif.

Sjafrie bahkan menegaskan bahwa kerja sama ini dibangun dengan prinsip saling melengkapi dan berorientasi jangka panjang.

Optimisme juga disampaikan terkait arah kerja sama ke depan. Dalam unggahannya, Sjafrie menyebutkan bahwa kerja sama ini diharapkan mulai terakselerasi secara konkret sejak 2026 demi menjaga kedaulatan, stabilitas kawasan, dan perdamaian dunia.

Langkah aktif Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin ini sekaligus menunjukkan gaya kepemimpinan yang menekankan diplomasi strategis dan penguatan posisi Indonesia di tingkat global. ***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X