Rhenald juga menekankan bahwa bangsa yang besar seperti Indonesia yang menganut prinsip demokrasi, bukanlah bangsa yang anti kritik.
Dosen Fakultas Ekonomi UI ini menilai kemampuan untuk menertawakan diri sendiri, menahan emosi, serta membedakan antara humor dan hukum merupakan tanda kedewasaan berbangsa.
"Bangsa yang besar bukan bangsa yang anti kritik, melainkan bangsa yang mampu tertawa, menahan emosi, dan membedakan mana humor, mana hukum," tuturnya.
"Kuping boleh panas, perasaan boleh terusik, tetapi akal sehat harus tetap memimpin," pesannya.
Menariknya, Rhenald mengaku tidak tersinggung meski namanya turut disebut Pandji dalam panggung "Mens Rea".
Ia memuji cara Pandji dalam penyebutan sejumlah nama tokoh di pertunjukan tersebut yang sesuai proporsi dengan penyampaian jokes yang tidak berlebihan.
Rhenald menyebut hal tersebut sebagai bagian dari percakapan publik sehari-hari yang sudah lama terjadi, bahkan banyak politisi dan tokoh publik yang kerap 'di-roasting' oleh komedian dalam berbagai forum.
Rhenald juga membandingkan dengan budaya politik di negara lain, seperti Amerika Serikat, di mana tokoh sekelas Donald Trump kerap menjadi sasaran satire tajam tanpa berujung pada pelaporan hukum.
Bagi Rhenald, kritik dan humor justru menjadi cara paling waras untuk menjaga demokrasi agar tetap hidup seperti yang terjadi di negara besar seperti Amerika Serikat.
"Donald Trump itu juga dihina-hina bahkan sampai menyerang fisik tapi presiden AS itu biasa saja. Kan kita sudah tahu langkahnya kontroversial, tapi ketika dia dihina, Trump jawab balik dengan sindiran pedas dan itu biasa," katanya.
Rhenald Kasali juga membubuhkan quotes yang sekaligus jadi pesan menohok bagi pihak-pihak yang merasa tersinggung dengan bercandaan Pandji di Stand Up comedy yang dibawakannya, padahal semua sudah sesuai dengan proporsi dan tidak dilebih-lebihkan.
"Tentu kita juga harus memandang sebuah peristiwa ini seperti sebuah bangsa besar. Ingat kata Bung Karno, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai perbedaan pendapat," tuturnya.
"Filsuf Volter pernah mengatakan bahwa 'saya tidak setuju dengan apa yang Anda katakan, tetapi saya akan membela Anda untuk mengatakannya, karena itu adalah hak setiap orang'," imbuhnya.
Artikel Terkait
Ferry Irwandi Sebut Tayangan Mens Rea Sangat Layak Ditonton, Ternyata Ini Alasannya...
Stand Up Up Comedy 'Mens Rea' Viral, Mahfud MD Sebut Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dihukum Meski Kritikannya Dianggap Menghina Gibran, Ini Alasannya
Panik! Pandji Pragiwaksono Minta Maaf Gegara Keliru Kaitkan Zarof Ricar dengan Kejaksaan Agung di Panggung 'Mens Rea', Begini Klarifikasinya
Ustadz Felix Siauw 'Kecewa' Gegara Pandji Pragiwaksono Singgung soal Ormas Keagamaan Kelola Tambang di Panggung Mens Rea: Dia Ambil...
Pandji Pragiwaksono Ungkap Kondisinya Pasca Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Terkait Materi Mens Rea: Gua Lagi di...
Indro Warkop Bela Pandji Pragiwaksono Dipolisikan Soal Materi 'Mens Rea' yang Singgung Fisik Gibran: Ini Kemunduran Cara Berpikir