Indonesia juga akan mengawasi jalannya Universal Periodic Review (UPR), yaitu proses peninjauan rekam jejak HAM di seluruh 193 negara anggota PBB.
Indonesia akan menjadi bridge builder atau penengah di tengah polarisasi isu-isu HAM global yang semakin tajam antar-kawasan.
Sebagai Dewan HAM PBB maka Indonesia wajib mengedepankan prinsip universalitas dan non-selektivitas dalam menangani krisis HAM di berbagai belahan dunia.
Untuk itu sebagai Menteri HAM, Natalius Pigai dalam keterangannya menyinggung konflik Amerika dan Venezuela, bahwa dengan peranan baru Indonesia di PBB maka Indonesia akan turut menangani permasalahan yang sedang memanas tersebut.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Mengingat Pidato Soekarno di Sidang PBB ke 15 "To Build the World a New', Jelang Pidato Prabowo di Amerika Serikat Ditengah Isu Kemerdekaan Palestina
Hadiri Sidang PBB, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Indonesia untuk Palestina hingga Dukung Solusi Dua Negara
Bahas Perdamaian Dunia hingga Solusi Konflik Palestina-Israel, Pidato Prabowo di Sidang Umum PBB Tuai Apresiasi
Bertemu di Tengah Sidang PBB, Presiden FIFA Gianni Infantino Puji Pertumbuhan Sepak Bola Indonesia di Bawah Kepemimpinan Prabowo dan Erick Thohir
Antisipasi Kebocoran PAD, DPRD Jember Minta Bapenda Benahi Lemahnya Realisasi PBB