SketsaNusantara.id - Pemerintah menyiapkan akses luas terhadap buku sejarah nasional terbaru. Upaya ini dilakukan melalui penyediaan versi digital gratis. Masyarakat diharapkan dapat menjangkaunya dengan mudah.
Buku sejarah tersebut telah diluncurkan pada pertengahan Desember 2025. Proses berikutnya difokuskan pada pengalihmediaan ke format digital. Tahap ini memerlukan waktu sebelum dapat diakses publik.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan target akses digital gratis pada Februari mendatang. Buku tersebut akan tersedia melalui kanal resmi kementerian. Masyarakat umum tidak dikenakan biaya.
“Dan juga tentu ada proses pengalihmediaan. Jadi butuh proses kata mereka kurang lebih 1-2 bulan. Pokoknya, saya targetkan pada bulan Februari, kalau bisa sudah bisa diakses,” kata Fadli Zon dalam sesi temu media di Jakarta, Kamis.
Menurut Fadli Zon, buku sejarah tersebut tidak dicetak secara massal. Pertimbangan utama adalah efisiensi anggaran negara. Pencetakan hanya dilakukan sesuai kebutuhan tertentu.
Buku cetak akan disalurkan ke lembaga yang membutuhkan. Distribusi difokuskan untuk perpustakaan nasional dan daerah. Beberapa perguruan tinggi juga masuk daftar penerima.
“Tapi, kita akan cetak mungkin sesuai keperluan untuk perpustakaan nasional, mungkin perpustakaan daerah, perpustakaan di beberapa sejumlah perguruan tinggi itu akan kita cetak. Tapi kalau untuk yang sifatnya masif, tidak,” ujarnya.
Buku sejarah nasional ini dapat diakses masyarakat melalui laman resmi Kementerian Kebudayaan. Akses digital dipilih agar jangkauan pembaca lebih luas. Pemerintah menilai pendekatan ini lebih efektif.
Kementerian Kebudayaan juga menyiapkan penulisan buku sejarah tematik Indonesia. Tema yang direncanakan meliputi kerajaan besar dan periode penting nasional. Beberapa di antaranya Majapahit dan Sriwijaya.
Tema lain mencakup Samudra Pasai serta perang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Tim penulisan seri tematik akan dibentuk bulan ini. Prosesnya difasilitasi langsung oleh kementerian.
Buku “Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global” ditulis sejak Januari 2025. Penulisannya melibatkan 123 sejarawan dan ahli. Mereka berasal dari 34 perguruan tinggi di Indonesia.
Karya tersebut terdiri dari 11 jilid. Isinya memetakan perjalanan panjang bangsa Indonesia. Narasi dimulai dari peradaban Nusantara hingga dinamika demokrasi terkini.
Artikel Terkait
Klarifikasi Fadli Zon Menyangkut Tragedi Perkosaan Massal 1998, Singgung Laporan TGPF Kurang Data
Ita Fatia, Aktivis Perempuan Pendamping Korban Pemerkosaan Massal 1998 Diteror, Gara-gara Kritik Fadli Zon? Netizen: Anti Orba tapi...
Enggan Meminta Maaf Atas Penyataannya yang Meragukan Kasus Pemerkosaan Massal pada Kerusuhan Mei 1998, Fadli Zon Persilahkan Masyarakat Beda Pendapat
Viral! Komdigi RI Diduga Minta Takedown Postingan Kritik soal Pernyataan Fadli Zon tentang 1998, Netizen Pertanyakan Etika Pemerintah
6 Fakta Hari Kebudayaan Nasional 17 Oktober, Bertepatan dengan Ultah Prabowo hingga Sosok yang Mengusulkan, Bukan Fadli Zon?